PENDAFTARAN TRAINING INVESTIGASI DISINFORMASI POLITIK UNTUK JURNALIS DAN PEMERIKSA FAKTA
Latar Belakang
Pada era digital saat ini, akses terhadap informasi telah berubah secara signifikan. Internet telah menjadi sumber utama untuk mencari informasi bagi banyak orang. Media sosial, platform berita, dan situs web lainnya dapat dengan mudah diakses dan disebarluaskan. Di tengah perkembangan teknologi ini, informasi terbuka (open source) menjadi sumber yang semakin relevan dalam dunia investigasi. Organisasi, perusahaan, peneliti, dan lembaga penegak hukum mengandalkan Informasi Open Source Intelligence (OSINT) untuk mengumpulkan data. Namun, pemanfaatan potensi OSINT dalam investigasi memerlukan keterampilan dan pemahaman khusus tentang penggunaan datanya.
Selain itu tantangan disinformasi politik semakin merajalela di era digital, di mana informasi dapat dengan cepat disebarkan dan menjadi influensial dalam konteks politik. Jurnalis dan pemeriksa fakta memiliki peran krusial dalam menanggapi dan merespons fenomena ini. Disinformasi politik dapat merugikan integritas demokrasi, menggoyahkan kepercayaan masyarakat, dan memicu ketegangan sosial. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterampilan dan pemahaman yang mendalam bagi para profesional media untuk dapat secara efektif mengidentifikasi, menyelidiki, dan melawan disinformasi politik.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan dramatis dalam jumlah dan kompleksitas disinformasi politik yang menyebar melalui berbagai platform media sosial. Para jurnalis dan pemeriksa fakta perlu memiliki alat dan pengetahuan yang tepat untuk menavigasi lanskap informasi yang semakin rumit ini. Training Investigasi Disinformasi Politik ini dirancang untuk menyediakan platform di mana peserta dapat memperdalam pemahaman mereka tentang metode penyelidikan yang efektif dan strategi pemeriksaan fakta yang relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer ini.
Dengan melibatkan jurnalis yang telah memiliki pengalaman dan pemeriksa fakta yang berkomitmen, pelatihan ini bertujuan memberdayakan peserta dengan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang dinamika disinformasi politik dan keterampilan investigasi yang ditingkatkan, para peserta diharapkan dapat memainkan peran penting dalam memelihara integritas informasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan politik. Pelatihan ini akan memberikan kesempatan peserta untuk memahami teknik untuk menyelidiki buzzer politik, melacak pendanaan di balik disinformasi online dan menyusun kerangka laporan mendalam ataupun investigatif.
Tujuan
Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta untuk:
Meningkatkan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi dan menyelidiki disinformasi politik.
Memberikan pemahaman peserta tentang strategi pemeriksaan fakta yang efektif dalam konteks politik.
Memahami investigasi platform digital
Memahami informasi palsu, misinformasi online dan manipulasi media.
Materi
Materi pelatihan terdiri dari:
Cara menyelidiki buzzer politik,
Melacak pendanaan di balik disinformasi online,
Menyusun kerangka untuk melakukan laporan mendalam atau investigatif.
Narasumber
Craig Silverman, Investigative Journalist for ProPublica
Pradipa P. Rasidi, Digital Anthropologist and Engage Media Researcher.
Arbi Sumandoyo, Investigative Producer at Narasi TV
Peserta
Peserta dalam pelatihan ini adalah 40 orang jurnalis dan pemeriksa fakta.
Fellowship
Peserta dalam pelatihan ini dapat mengajukan ide liputan investigasi kepada AJI Indonesia dalam bentuk proposal yang mengatasnamakan newsroomnya, selanjutnya proposal akan diseleksi. Bagi proposal yang lolos seleksi akan dihubungi panitia dan berkewajiban mengikuti bootcamp pendalaman isu liputan.
Panitia menyediakan biaya operasional liputan sebagai berikut:
Indepth Reporting: 8-10 juta rupiah
Liputan Investigasi: 20-25 juta rupiah
Total fellowship yang disediakan adalah 100 Juta rupiah.
Pendaftaran klik tautan: bit.ly/workshop_23-24 daftar sebelum 25 November pukul 15.00 WIB.
- 74 kali dilihat





