“Develop Understanding among Media Community on Independency of Journalist and Its Newsroom”

 

Background

 

Membangun demokrasi, salah satunya dengan memberi kebebasan ruang redaksi dan mendorong independesi jurnalis menjadi satu tantangan media di negara seperti Timor Leste. Indepensi jurnalis dan kemerdekaan newsroom diperlukan agar tugas pers, salah satunya mengawal kebijakan publik dapat berjalan.

 

Saat ini, meski membuka kran kebebasan berpendapat dan berekspresi dengan melahirkan UU Pers, pemerintah Timor Leste nampaknya juga ingin membatasi ruang gerak jurnalis dan media. Indikasi upaya pemasungan ini adalah kewenangan pada Dewan Pers mengutip denda kepada media dan jurnalis serta melakukan pemecatan terhadap jurnalis yang dinilai melanggar.

 

Secara tidak langsung regulasi ini berpotensi menjadi ancaman bagi upaya membangun independensi jurnalis dan kemerdekaan newsroom menjalankan fungsi kontrol. Tanpa aturan main yang jelas, kewenangan ini dapat digunakan untuk menekan jurnalis-jurnalis dan media yang kritis terhadap pemerintah. Meskipun Dewan Pers adalah badan independen, tapi anggotanya dipilih melalui proses politik, dengan cara dipilih langsung oleh parlemen. Sehingga berpotensi terjadi “perselingkuhan politik” antara Dewan Pers dan Parlemen.

 

Atas latar belakang tersebut, AJI bekerjasama dengan Unesco IPD menyelenggarakan sebuah program Fellowship bagi kalangan jurnalis di Timor Leste. Secara garis besar tujuan kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi dan kampanye tentang nilai penting independensi jurnalis dan ruang redaksi dalam menjalankan fungsi dan peran pers di negara untuk menjaga demokrasi.

 

Objective

 

  1. Memberikan pemahaman terhadap jurnalis Timor Leste tentang nilai penting indepensi jurnalis dan ruang redaksi
  2. Memberi ruang berbagi pengalaman antara jurnalis/ media Timor Leste dan Indonesia bagaimana membangun independensi ruang redaksi dan menjaga independensi jurnalis
  3. Memberi ruang berbagi pengalaman bagaimana menghadapi tekanan terhadap jurnalis dan media karena pemberitaan yang kritis
  4. Melakukan pemetakan kondisi kebebasan pers di Timor Leste
  5. Memperkuat jaringan antar-jurnalis di Timor Leste dan Indonesia untuk mengawal isu kebebasan pers

 

Detail Activity

 

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan UNESCO akan mengundang 10 orang jurnalis dari Timor Leste untuk mengikuti rangkaian program Fellowship for Timor Leste Journalists “Develop Understanding among Media Community on Independency of Journalist and Its Newsroom” di Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 28 April hingga 5 Mei 2017. Program ini juga akan dirangkai dengan kegiatan World Press Freedom 2017. AJI & UNESCO akan menanggung biaya visa, tiket pesawat pp Dili – Jakarta, Airport transport, akomodasi – meals – lokal transport selama program.

 

AJI Indonesia akan bekerjasama dengan Association of Journalists Timor Leste (AJTL) untuk memilih 10 orang fellow, dengan kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki pengalaman sebagai jurnalis minimal 5 tahun
  • Bekerja sebagai Editor di media online, printing, dan televisi di Timor Leste
  • Prioritas utama pada perempuan

 

Rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh peserta tersebut di bawah ini:

  • Workshop: Independency News Room
  • Observation at Indonesian Media
  • Workshop Covering Human Rights and Safety Digital
  • World Press Freedom Day

 

Observasi di Jakarta itu dilakukan di beberapa media seperti Tempo, Jakarta Post, CNN Indonesia, Kompas. Peserta dapat menggali pengalaman bagaimana membangun newsroom dan jurnalis yang independen. Berbagi pengalaman bagaimana menghadapi tekanan regulasi dan kelompok dominan masyarakat dan pemerintah yang berpotensi membatasi ruang kebebasan media dan jurnalis.

 

Metode yang digunakan adalah diskusi dengan beberapa media tentang kebebasan dan independensi pers dan membangun kemerdekaan ruang redaksi, seperti Tempo dan Jakarta Post. Diskusi dengan Dewan Pers, bagaimana memperkuat dan menjamin kemerdekaan pers dan FGD dengan LBH Pers tentang bagaimana menghadapi potensi kriminalisasi pers.

Di akhir program akan dilakukan diskusi dengan peserta untuk menggali hasil diskusi dengan sejumlah pihak tersebut dan melakukan komparasi dengan kondisi di Timor Leste. Selanjutnya setelah kembali ke Timor Leste, peserta diharapkan melakukan sharing pengalaman dan diskusi kepada kalangan jurnalis lainnya dengan difasilitasi oleh AJTL. Hasilnya berupa catatan dan rekomendasi yang bisa disampaikan bagi kalangan media dan jurnalis di Timor Leste.****


Bagikan: