Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ)  merupakan salah satu agenda yang sejak lama didesakkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) untuk menjawab problem profesionalisme jurnalis dan penegakan etika jurnalistik di Indonesia. Kongres AJI di Makassar pada Desember 2011  memasukkan UKJ sebagai salah satu program nasional dan salah satu cara yang strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan independensi jurnalis di Indonesia berserta penegakan kode etik. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AJI pada Februari 2012 disepakati bahwa dalam kurun waktu tiga tahun kepengurusan AJI Indonesia periode 2011-2014  sekitar 50 persen anggota AJI  telah memiliki sertifikat kompeten.

 

UKJ bukanlah program atau agenda eksklusif AJI. Dewan Pers sudah menjadikan UKJ dengan nama Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai program yang telah mulai dilaksanakan sejak tahun 2011.  Demikian juga organisasi jurnalis di luar AJI. Beberapa anggota AJI sudah mengikuti UKW yang diagendakan oleh Dewan Pers  dan telah memiliki sertifikat kompetensi.

 

Sebelumnya sejumlah anggota AJI juga telah memiliki sertifikat dan terdaftar di Dewan Pers karena telah mengikuti UKJ yang diselenggarakan oleh Dewan Pers/Lembaga Pers Dokter Soetomo (LPDS). AJI Indonesia juga telah menyelenggarakan UKJ perdana pada April 2012 di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Pada bulan-bulan berikutnya AJI menjadwalkan penyelenggaraan UKJ di sejumlah kota di Indonesia secara regular. AJI telah melanjutkan UKJ di kota-kota lain seperti: Makassar, Semarang, Batam, Malang, Jayapura, Jakarta, Balikpapan, Padang, Yogyakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Kediri, Denpasar, Surabaya, Kendari, Lampung dan Bandung.

 

Untuk tahap berikutnya,  pelaksanaan UKJ AJI akan tetap mengikuti standar Dewan Pers, namun disesuaikan dengan kekhasan AJI dengan standar yang telah disiapkan yang lebih sesuai dengan filosofi dan nilai-nilai yang diperjuangkannya.