Latar Belakang

Waktu terus bergerak menuju abad Milenial. Kesempatan perempuan untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semakin terbuka. Sayangnya mempertemukan kesempatan dan keinginan perempuan dalam dunia kerja dengan kesempatan dan keinginan sebagai kebijakan perusahaan masih belum maksimal. Begitu juga dengan perwujudan keadilan ekonomi bagi perempuan yang masih menjadi pekerjaan rumah agar perempuan mendapat kesempatan yang adil dan setara.

 

Problem kesetaraan gender dan keadilan ekonomi juga bukan melulu menjadi problem perusahaan. Jumlah perempuan yang memilih sektor usaha sebagai upaya pemberdayaan diri juga kerap luput dari perhatian. Bagaimana proteksi, kesempatan, dan kemampuan mengeksplorasi dirinya untuk mengembangkan usaha yang dirintis sebagai sumber penghasilan dan pemberdayaan diri banyak menemukan hambatan sehingga kesempatan berkembang tak bisa maksimal.

 

International Labour Organization (ILO) untuk Indonesia pernah merilis data Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2015  yang menunjukkan tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja adalah sangat rendah yakni berkisar antara 50 hingga 55 persen selama lima tahun terakhir. Selain itu, lebih dari 35 juta perempuan usia kerja menyatakan, mereka tidak berpartisipasi dalam angkatan kerja karena tanggung jawab keluarga.

 

Berdasarkan data yang disampaikan ILO, rendahnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja bisa menjadi indikasi semakin kecilnya peran perempuan dalam ruang publik. Padahal memiliki akses untuk mengambil peran dalam area publik adalah hak dasar setiap orang, termasuk perempuan. Kesetaraan gender artinya memberikan kesempatan yang sama sebagai manusia untuk mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, politik, ekonomi, hukum, budaya, pendidikan, juga pertahanan dan keamanan, termasuk kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan negara. Sebagai pilar keempat demokrasi, media memiliki peran strategis untuk mengkampanyekan isu kesetaraan gender dan keadilan ekonomi bagi perempuan. Dan jurnalis, sebagai penggerak media memiliki peran yang signifikan untuk melakukan pemberitaan yang seimbang dan berkeadilan gender.

 

Tujuan

  1. Memberi pengetahuan dan pemahaman pada jurnalis tentang pentingnya kesetaraan gender, secara umum dan di dunia kerja
  2. Memberi pengetahuan dan pemahaman pada jurnalis bagaimana meliput isu perempuan dan keseteraan gender di dunia kerja agar komposisi pemberitaan dalam media lebih berimbang.
  3. Menebar pengetahuan dan pemahaman tentang kesetaraan gender pada jurnalis dari berbagai kota di Indonesia sehingga jurnalis memiliki perspektif yang adil, obyektif, dan berimbang tentang gender dan kesetaraan dalam dunia kerja.
  4. Menggugah peran media untuk membongkar pandangan/kebijakan/praktek yg menghambat pengembangan diri dan pemenuhan hak perempuan sebagai warga negara dan manusia yang setara.