A. Latar Belakang

 

Pelaksanaan Open Data mempunyai nilai strategis untuk membangun akuntabilitas roda pemerintahan. Ketersediaan data publik yang mudah diakses menjadi pintu masuk masyarakat untuk terlibat dalam menentukan arah pembangunan.

 

Sejak diluncurkan pertama kali pada 2011 di tingkat global, sebagai salah satu inisiator pemerintah Indonesia berupaya mewujudkan tata laksana pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Salah satu inisiatif pemerintah pusat adalah dengan berupaya mewujudkan Satu Data, yang dilaksanakan Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Badan Pusat Statistik dan Badan Informasi Geospasial.

 

Pemerintah pun menginisiasi portal data.go.id, portal data dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah. Beberapa daerah menjadi pilot project pemerintah untuk mengimplementasikan prinsip keterbukaan data seperti  Jakarta, Kota Bandung, Kabupaten Bojonegoro.

 

Hanya saja, keterbukaan data masih menjadi problem di beberapa daerah. Hasil pemetaan awal yang dilakukan AJI, daerah tersebut belum sepenuhnya mengimplementasikan keterbukaan data. Bahkan data publik masih dianggap sebagai data rahasia pemerintah.

 

AJI mengambil inisiatif terlibat mendorong implementasi keterbukaan data karena data mempunyai peran vital untuk meningkatkan kualitas jurnalisme dan implementasi jurnalisme berbasis data (data driven journalism) di Indonesia. Melalui pelaksanaan program “Better Journalism for Better Accountability” yang didukung oleh USAID CEGAH, AJI melakukan berbagai inisiatif. Pada tahap pertama, upaya pendekatan agar pemerintah daerah di wilayah target program mengimplementasikan open data telah dilakukan dengan melaksanakan sejumlah diskusi, sharing pemanfaatan data dan dampaknya pada kualitas informasi untuk publik yang dibuat jurnalis. Diskusi ini melibatkan stakeholder pemerintah dan civil society organization yang mempunyai kepentingan yang sama untuk mendorong keterbukaan data.

 

Untuk memastikan inisiatif berjalan dengan baik, maka diperlukan perumusan strategi lebih lanjut agar pemerintah lebih progresif mengimplementasikan open data dan semakin banyak pihak yang terlibat mendukung open data di tingkat lokal. Karena itu, AJI dengan dukungan USAID CEGAH  menyelenggarakan Workshop Konsolidasi melibatkan enam AJI kota: Bojonegoro, Bandung, Medan, Ternate, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.


 

B. Tujuan

 

Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk menajamkan target implementasi open data di tingkat daerah untuk mendukung jurnalisme berbasis data di tingkat lokal.

 

Secara khusus bertujuan:

  1. Evaluasi dan pemetaan pencapaian membangun kesadaran open data di tingkat daerah dan dampaknya pada jurnalisme berbasis data di media lokal

  2. Berbagi pengalaman proses membangun kesadaran pada pemerintah daerah tentang open data dan data driven jurnalisme di media lokal

  3. Perumusan strategi peningkatan open data pemerintah dan implementasi pemanfaatan data di media lokal

  4. Berbagi pengetahuan antar pengurus AJI kota dalam mendorong implementasi open data dan junalisme berbasis data di media lokal.


 

C. Peserta

 

Kegiatan ini diikuti 10 peserta dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, Maluku Utara, Sumatera Utara dan Jawa Timur, Kalimantan Barat, serta Sulawesi Utara.