Untuk mengetahui pandangan pembaca media online, AJI Indonesia menyelenggarakan FGD yang bertema Media Online; Pembaca, Laba, dan Etika. Diskusi ini dilaksanakan Selasa, 23 Oktober 2012 di Hotel Morrissey, Jakarta.

Pembaca Kritisi Media Online

Akurasi dan verifikasi merupakan ruh kerja jurnalistik. Tak beda dengan media dalam beragam bentuk lainnya, media online juga harus menjaga hal tersebut. Meski dikemas dengan berita yang singkat, prosedur jurnalistik itu menjadi hal yang tak bisa ditawar.

Berita pendek menjadi karakter berita-berita yang menghiasi berbagai media online di Indonesia. "Karena kecepatan dianggap jadi salahsatu faktor penting, maka berita pendek muncul," kata Heru Margianto, pengurus AJI Indonesia.

Tapi, lanjutnya, karena berita pendek ini dikerjakan dengan cepat, tak jarang beberapa kesalahan muncul. "Bahkan demi mengejar kecepatan, akurasi dan verifikasi menjadi terabaikan," imbuhnya.

Kecepatan, berita pendek, dan etika menjadi bagian pembicaraan pada Focus Group Discussion (FGD) Media Online yang diselenggarakan AJI Indonesia. FGD yang bertema Media Online; Pembaca, Laba, dan etika ini berlangsung 23 Oktober 2012 di Hotel Morrissey, Jakarta.

Beberapa kritik dari para peserta yang muncul dalam diskusi itu antara lain soal akurasi dan kejelasan. "Sebenarnya tak beda dengan media cetak urusan akurasi ini, hanya karena beritanya pendek jadi mudah ketahuan dan sering muncul," kata Juria Ambar Haruni, mahasiswa Universitas Paramadina.

Sekretaris Jenderal AJI, Suwarjono mengatakan FGD ini bertujuan untuk mendapatkan masukan soal problem etik dalam praktik jurnalisme online di Indonesia dari kalangan pembaca. "Selain soal akurasi dan verifikasi, konten dari pembaca media online seperti komentar dan forum juga menjadi perhatian diskusi kali ini," katanya.

Lebih lanjut Suwarjono mengatakan diskusi ini merupakan salah satu rangkaian program peningkatan kualitas media online yang dilakukan AJI Indonesia. "Selanjutnya diharapkan muncul sebuah pedoman media online yang mampu menjawab problematika yang selama ini muncul," imbuhnya.

FGD yang berlangsung sejak pagi hingga petang itu diikuti oleh para pembaca media online dari berbagai kalangan. Mulai dari blogger, mahasiswa, pengamat media, hingga Humas Mabes Polri.