Jalankan Proses Hukum Yang Bersih Terhadap Kasus Nurhadi

22 Sep 2021 16:09 pm | Oleh : Naharin Ni'matun

Nurhadi, Jurnalis Tempo di Surabaya menjadi korban kekerasan dan penganiayaan saat melakukan peliputan pada 27 Maret 2021. Tragedi ini terjadi saat Nurhadi hendak meminta wawancara dengan Angin Prayitno Aji, pejabat Kementerian Keuangan yang terjerat kasus suap dan saat itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wawancara itu hendak dilakukan di lokasi pernikahan anak Angin Prayitno Aji dengan anak Kombes Pol Ahmad Yani yang diketahui merupakan mantan pejabat di Polda Jatim.

Para pelaku penganiayaan terhadap Jurnalis Nurhadi disinyalir berjumlah lebih dari 10 orang dan Sebagian dari mereka merupakan oknum anggota polisi. Di lokasi resepsi mereka memiting, menampar, memukuli Nurhadi. Dua orang yang telah ditetapkan sebagai terdakwa bahkan juga membawa NUrhadi ke sebuah hotel di Surabaya untuk diinterogasi. Para pelaku juga merusak peralatan kerja Nurhadi serta menghapus dokumen-dokumen di ponselnya.
Namun, hingga proses persidangan dimulai pada 22 September 2021, baru dua tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka, lalu menjadi terdakwa. Keduanya merupakan oknum anggota polisi di Polda Jatim, yakni Firman Subkhi dan Purwanto. Tak hanya itu, keduanya juga bahkan tidak di tahan.

Padahal, tidak ditahannya terdakwa ini memberikan dampak psikologis yang negative terhadap korban. Sampai kini, korban tidak bisa beraktivitas seperti sediakala karena kuatir mendapat ancaman dari terdakwa yang masih menghirup udara bebas. Selain itu, sampai kini korban juga masih terus berada di bawah perlindungan LPSK dan belum bisa pulang ke rumahnya,

Belum ditahannya kedua terdakwa serta belum tertangkapnya pelaku lain, menimbulkan kekhawatiran kami bahwa apparat hukum dalam perkara ini malah melindungi terdakwa.
Untuk itu, dengan ini kami mendesak:
1. Aparat penegak hukum harus menjalankan praktik penyidikan dan peradilan yang bersih dan berpihak kepada korban.
2. Meminta majelis hakim untuk memerintahkan jaksa menahan kedua terdakwa.
3. Mendesak kepolisian untuk menangkap para pelaku lainnya yang masih belum terungkap.


Surabaya, 22 September 2021

ALiansi Jurnalis Independen (AJI), AJI Kota Surabaya, Federasi Kontras, LBH Lentera, LBH Pers, LBH Pers Surabaya.