AJI Kecam Oknum Jaksa Lampung Intimidasi-Ancam Jurnalis dengan UU ITE

22 Oct 2021 19:22 pm | Oleh : Naharin Ni'matun

BANDAR LAMPUNG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengecam oknum jaksa yang mengintimidasi jurnalis Suara.com Ahmad Amri. Selain intimidasi, pegawai kejaksaan yang bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung itu juga mengancam Amri dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Ancaman dan intimidasi tersebut diterima Amri ketika menjalankan kerja-kerja jurnalistik. Saat itu, dia hendak mengonfirmasi berita tentang dugaan oknum jaksa menerima uang dari keluarga terpidana kasus illegal logging. Tak hanya itu, si oknum jaksa pun membawa dua orang untuk mencari Amri. 

“Kami mengecam intimidasi terhadap Amri. Lewat intimidasi itu, oknum jaksa yang dimintai konfirmasi berupaya membungkam jurnalis menyampaikan kebenaran,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho, Jumat, 22/10/2021. 

Hendry mengatakan, oknum jaksa yang bersangkutan cukup menjawab hal yang ditanyakan Amri. Tak perlu mengancam, apalagi sampai membawa dua orang untuk mencari Amri.

“Tugas jurnalis adalah memberikan informasi sedemikian rupa. Sehingga, orang dapat menilainya dan kemudian memutuskan sendiri apa yang harus dipikirkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pers, lanjut Hendry, jurnalis memiliki peran yang sangat spesifik dalam masyarakat. Melalui informasi, jurnalis memberdayakan warga negara untuk memperkuat institusi demokrasi dan demokrasi itu sendiri.

Lebih dari itu, keberadaan jurnalis untuk menjaga hak-hak publik, di antaranya hak atas informasi. Karena itu, mengintimidasi jurnalis atau apa pun bentuk kekerasan lainnya berarti mengebiri hak publik memperoleh informasi.

“Kami meminta semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik. Selain dijamin UU 40/1999 tentang Pers, jurnalis bekerja untuk publik,” ujarnya.(*)

Narahubung:
Divisi Advokasi AJI Bandar Lampung
Derri Nugraha (+62 831-6931-9093)