Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) dan Danone Indonesia Selenggarakan  Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA)

Jakarta, 3 Maret 2017-Adanya kesamaan visi antara Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) dan Danone Indonesia untuk berkontribusi pada perbaikan kualitas hidup masyarakat melahirkan penyelenggaraan Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA) yang diluncurkan pada hari ini di Jakarta.  Akademi ini bertujuan untuk memberikan penguatan kapasitas dan pengetahuan jurnalis di Indonesia agar dapat memahami masalah dasar kesehatan dan nutrisi serta memberikan perhatian besar dalam peliputan untuk pemenuhan hak dasar masyarakat ini.  Peran jurnalis dinilai sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam hal kesehatan dan nutrisi melalui karya jurnalistiknya.

Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) diinisiasi untuk meningkatkan kapasitas jurnalis di Indonesia. Harapannya bisa menjaga kalangan jurnalis senantiasa memiliki komitmen untuk memperjuangkan hak-hak publik atas informasi dan kebebasan pers.  Isu kesehatan dan nutrisi merupakan hak utama masyarakat yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat.  Sedangkan Danone adalah perusahaan makanan dan minuman yang memiliki misi untuk menyediakan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang.  Pada 2015, Danone meluncurkan Danone manifesto yang merupakan komitmen Perusahaan untuk menginspirasi masyarakat pada gaya hidup sehat. 

Para peserta yang telah lolos seleksi diwajibkan mengikuti 14 kelas setiap Selasa dan Jumat dan akan mendapatkan materi mengenai kesehatan dan nutrisi dari pakarnya serta teknis jurnalistik.  Pada akhir kelas, seluruh peserta akan membuat karya akhirnya yang terinspirasi dari pengetahuan yang mereka dapatkan selama kelas berlangsung. 

VP General Secretary Danone Indonesia, Leila Djafaar mengatakan bahwa dalam mengimplementasikan misi Perusahaan, maka peran dan kontribusi seluruh pihak sangatlah penting.  “Media memiliki peran yang sangat penting untuk menggugah kesadaran berbagai pihak agar menaruh perhatian pada persoalan  kesehatan dan nutrisi yang menjadi hak dasar masyarakat.  Karenanya, bermitra dengan AJI yang memiliki perhatian yang sama, Health and Nutrition Journalist Academy ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang baru bagi para awak media serta mendorong para jurnalis untuk menghasilkan karya-karya untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Leila. 

Leila juga menambahkan bahwa isu terkait dengan kesehatan dan nutrisi masyarakat terkait dengan banyak aspek, baik dari sisi kebijakan pemerintah, edukasi masyarakat, ketersediaan akses air bersih, penyetahan lingkungan dan ekonomi serta sosial. 

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Indonesia (RPJMN) 2015-2019, Pemerintah menargetkan beberapa peningkatan indikator kesehatan seperti pencapaian 100% akses air bersih dan sanitasi (Universal Access).  Selain itu, indikator yang lain adalah angka kematian ibu menurun dari 346 per 100.000 kelahiran hidup, untuk angka kematian bayi menurun dari 32 menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup.  Sedangkan prevalensi kekurangan gizi balita menurun dari 19,6 % menjadi 17% dan prevalensi stunting dari 32,9%  menjadi 28%. 

Ketua Umum AJI Indonesia Suwarjono mengatakan dengan semakin berkembanganya media, maka jurnalis generasi baru juga akan tumbuh.

"Tidak dapat dipungkiri jurnalis baru ini belum banyak memiliki pengalaman meliput atau menulis khususnya liputan mendalam. Untuk itulah AJI sebagai organisasi profesi mendorong anggota dan jurnalis untuk terus meningkatkan kapasitasnya di era saat ini," kata Suwarjono.

Karena itu sambungnya, AJI Indonesia melalui Sekolah Jurnalisme AJI atau SJAJI memberikan berbagai program pelatihan,seminar, diskusi publik dan beasiswa yang tujuannya untuk meningkatkan pemahaman jurnalis pada isu isu tertentu.

"Dengan dibukanya kelas perdana dari program HNJA bersama Danone ini adalah salah satu bagian dari upaya AJI untuk meningkatkan kapasitas jurnalis, khususnya bagi jurnalis yang sehari-harinya meliput isu kesehatan. Harapan kami dengan short course yang berlangsung selama dua bulan ini jurnalis dapat mendalami isu kesehatan dan bagaimana melakukan peliputan dan menuliskannya di media masing-masing," tutur Suwarjono.

Kepala Sekolah Health and Nutrition Journalist Academy, Febrina Siahaan,  mengatakan "Pers nasional saat ini seringkali tergiring oleh isu dan topik di ruang media sosial. Media kerap kehilangan fungsi awalnya sebagai gate keeper informasi, dan terbawa dalam arus pembicaraan di dunia maya. Akibatnya, media sering kehilangan “independensi” nya dalam memilih berita karena tidak ingin ketinggalan dengan topic di media sosial.  Padahal, isu krusial dan fundamental di Negara ini masih banyak yang harus menjadi perhatian media,” ujarnya

Menurut Febrina, isu yang penting yang seringkali terlupakan salah satunya adalah kesehatan dan nutrisi,  “banyak yang lupa, data statistik dan hasil riset berbagai lembaga terpercaya membuktikan, indikator kesehatan di Indonesia sangat rendah.  Apabila wartawan dapat mengemas berita mengenai kesehatan dan nutrisi dengan menarik, maka akan semakin banyak pihak yang menaruh perhatian pada isu ini.   Itulah sebabnya, Health and Nutrition Journalist Academy ini sangat penting bagi perkembangan pers Indonesia." 

HNJA yang pertama ini dibuka bagi wartawan yang telah bekerja minimal 2 tahun yang ingin mendalami mengenai isu kesehatan dan nutrisi.  Para jurnalis tersebut diseleksi dari proses wawancara dan penilaian proposal karya akhirnya.  Dari seleksi yang ketat, sebanyak 19 orang terpilih, yaitu:

 
 
  1. Rio Tuasikal, Kantor Berita Radio (KBR)
  2. Umaya Khusniah, Majalah Gatra
  3. Okky Irmanita, KompasTV
  4. Connie Pacifia, KompasTV
  5. Faorick Sontua Pakpahan, SINDO Weekly
  6. Adhitya Ramadhan, Kompas
  7. Firsta putri Nodia, Suara.com
  8. Muhammad Irham, independen.id
  9. Fitri Haryanti Harsono, Liputan6.com
  10. Sri Handayani, Harian Republika
  11. Indriyani Astuti, Media Indonesia
  12. Rezza Aji Pratama, Bisnis Indonesia
  13. Muhamad Reza Sulaiman, Detik.com
  14. Dian Maharani, Kompas.com
  15. Wulan Kusuma Wardhani, Magdalene.co
  16. Rezki Alvionitasari, Tempo
  17. Anisa Widiarini, Viva.co.id
  18. Citra Narada Putri, Femina
  19. Aditya Widya Putri, Tirto,id 

Tentang Danone Indonesia

Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang.  Di Indonesia, bisnis Danone terdiri atas tiga kategori utama, yaitu Air Minum dalam Kemasan dan minuman non karbonasi (AQUA, Mizone, VIT, VIT Levite), Nutrisi untuk Kehidupan Awal (Early Life Nutrition)  dengan produknya seperti SGM, Vita Plus, Lactamil, Vitalac dan Nutrilon) dan nutrisi medis.  Danone memiliki 24 pabrik dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang.