Jurnalis di Palembang Ikuti Google News Initiative Training Network

PALEMBANG - Sebanyak 25 jurnalis mengikuti Google News Initiative Training yang digelar oleh Google News Initiative bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Internews, di Aston Palembang Hotel & Convention Center, Palembang, 30 Juni-1 Juli 2018.

Jurnalis dari berbagai platform media di Palembang dilatih untuk melakukan identifikasi awal berita hoaks yang tersebar di internet.

Ibrahim Arsyad, Ketua AJI Palembang dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini penting diikuti oleh jurnalis agar bisa turut mengambil peran dalam melakukan verifikasi online terhadap informasi yang beredar dan belum diketahui kebenarannya.

“Jangan ada lagi jurnalis yang justru ikut terjebak hoaks. Tugas jurnalis adalah harus membiasakan diri agar bisa mengidentifikasi kebenaran informasi. Jurnalis harus bersikap skeptis apakah informasi yang diterimanya bisa berpotensi hoaks atau tidak,” ujar Ibrahim.

Heru Margianto, salah satu trainer tersertifikasi Google terdalam kegiatan tersbut menjelaskan, fokus dari pelatihan ini adalah agar para jurnalis bisa diasah kemampuannya untuk memanfaatkan sejumlah tools yang ada di internet guna melakukan verifikasi online.

“Ada 9 elemen dalam jurnalisme menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, dan salah satu elemen yang terpenting adalah verifikasi. Ingat, tugas jurnalis adalah verifikasi, oleh karenanya jurnalis jangan malah ikut terjebak dan mengambil peran dalam penyebaran berita bohong atau hoaks,” jelas Heru yang juga merupakan jurnalis dari Kompas.com.

Dalam pelatihan itu, peserta mempelajari berbagai materi bersifat teknis mengenai kebersihan data digital (digital hygiene), analisa dasar atas informasi, pencarian dan penelusuran data, serta beragam tools menarik lainnya yang dapat digunakan untuk melakukan investigasi secara online.

“Melalui pelatihan ini saya bisa mengetahui banyak tools baru yang ternyata sudah tersedia di internet. Semoga ini dapat lebih menunjang pekerjaan saya sebagai jurnalis dan bisa menyaring informasi serta data yang akurat,” kata Nefri Inge, jurnalis liputan6.com yang menjadi salah satu peserta pelatihan.