AJI Gelar Workshop dan Training untuk Tangkal Hoaks

 MAKASSAR- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar kembali menggelar Workshop "Hoax Busting and Digital Hygiene" untuk mahasiswa dan akademisi. Kali ini, menggandeng Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).


Kegiatan digelar di kampus UINAM, Samata, Gowa, Jumat, 1 November. Awalnya, peserta   hanya ditarget 50 orang, namun antusias mahasiswa sangat besar sehingga panitia pelaksana tetap membuka ruang. Kini, terjaring lebih 100 peserta yang mendaftarkan diri.


Tujuannya, mahasiswa akademisi maupun masyarakat umum bisa memahami tehnik untuk mendeteksi informasi palsu, hoaks atau mis-informasi. Disamping itu, juga untuk pengamanan diri di dunia digital yang sehat dan aman.


Sebenarnya, program ini merupakan bagian dari Google News Initiative Network yang digelar oleh AJI Indonesia di Makassar, 1-3 November.


Kemudian, pada 2-3 November dilanjut dengan  training bagi puluhan jurnalis di Makassar, untuk mendeteksi isu-isu hoaks yang marak tersebar di dunia maya. Kegiatan digelar di Hotel Amaris Pettarani. 


Ketua AJI Makassar, Nurdin Amir, Jumat 1 November menjelaskan, tingginya tingkat penetrasi internet di Indonesia, menyebabkan distribusi informasi begitu cepat, baik melalui blog, website media hingga sosial media. 


Persoalannya kemudian, kata dia,  masyarakat lebih meyakini dunia internet, ataupun medsos sebagai sumber informasi selain media meanstream. Ironisnya, kondisi itu juga menimbulkan penyebaran informasi palsu atau hoaks (Disinformasi).


"Saat ini, berbagai jenis informasi hoaks juga muncul dalam beragam bentuk, baik teks, foto maupun video yang bertujuan mengelabui publik. Biasanya sekedar lelucon, atau bahkan untuk kepentingan politik dan ekonomi," sebut Nurdin.


Menurutnya, akibat dinamika itu tak sedikit publik yang terjebak dalam situasi karena mempercayai informasi palsu ini, karena seolah-olah memang benar. Parahnya, terkadang media pun ikut mendistribusikan informasi tersebut melalui pemberitaan. Sehingga, sangat jelas melakukan misinformasi yang disampaikan ke masyarakat luas.


Kondisi itu sebutnya, kini semakin memprihatinkan akibat rendahnya skill dan minimnya pemahaman tentang bentuk kejahatan informasi publik tersebut, dengan segala kepentingan pihak penyebar isu hoaks


"AJI Makassar ingin ikut berkontribusi, guna memproteksi masyarakat dari paparan berita palsu di internet. Selain itu, juga untuk mencegah kejahatan digital dunia maya. Sehingga, kami mencoba mengedukasi mahasiswa, akademisi serta membekali jurnalis, dengan tehnik mendeteksi informasi hoaks," jelasnya. (ajimks)