Hasil Riset "Media Unions in Response to Covid-19 in Indonesia"

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan dukungan International Federation of Journalists (IFJ) melakukan survei soal dampak pandemi Covid19 terhadap pekerja media dan seperti apa respon serikat pekerja atau organisasi wartawan.

Survei ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang dihadapi oleh jurnalis dan pekerja media akibat Covid-19, mulai dari aspek cara kerja, ekonomi, dan kesehatan pekerja media. 

DOWNLOAD 79

Di tengah situasi pandemi Covid-19, pekerja media tetap terus bekerja menyampaikan informasi-informasi terbaru kepada publik, baik dari pernyataan resmi pemerintah maupun peliputan di lapangan yang dilengkapi dengan hasil kajian serta riset dari narasumber-narasumber profesional. Semua itu dijalankan untuk memberikan panduan kepada masyarakat agar bisa selamat dari wabah luar biasa ini.

Kehadiran media dengan laporan-laporan independen dan terpercaya sangat dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tak bisa dibayangkan kekacauan yang akan terjadi jika media tidak hadir dan masyarakat harus terpapar oleh informasi-informasi hoaks seputar Covid-19.

Selama pandemi, risiko pekerjaan pekerja media semakin berat. Ketika banyak karyawan lain bisa melakukan pekerjaan di rumah, banyak pekerja media masih harus ke lapangan dan rutin ke kantor untuk menyiapkan pemberitaan.

Berangkat dari kondisi ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama International Federation Journalists (IFJ) menggelar riset “Media Unions in Response to Covid-19 in Indonesia”. Riset ini bertujuan mengetahui dampak pandemi terhadap pekerja media di Indonesia.

Pada awalnya, riset ditargetkan akan menyasar 400 responden di 38 AJI Kota seluruh Indonesia. Namun demikian, setelah kuesioner disebar ke 38 AJI Kota dan juga melalui grup-grup Whatsapp dan sosial media AJI, akhirnya terkumpul total 792 responden.

Selain mengungkap dampak pandemi terhadap pekerja media, riset ini juga akan menggali harapan para pekerja media terhadap media, serikat pekerja, dan pemerintah selama masa pandemi Covid-19.