Kebebasan Pers Memburuk di Tengah Pandemi

Masyarakat global termasuk Indonesia masih menghadapi pandemi COVID-19 serta berbagai dampaknya. Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus COVID-19 pertama pada awal Maret 2020, jumlah mereka yang terinfeksi Covid-19 telah mencapai lebih dari 1,6 juta orang. Hal ini memberikan tantangan kesehatan publik yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk mempengaruhi kondisi media.

Di sisi lain, kebutuhan publik terhadap media dan informasi di masa pandemi semakin besar. Terlebih lagi pemberlakuan pembatasan sosial demi mencegah penularan COVID-19, memaksa semua orang lebih banyak di rumah (stay at home) dan bekerja dari rumah (work from home). Masyarakat akhirnya banyak mengandalkan berita melalui televisi, radio dan utamanya lewat internet, untuk memahami krisis COVID-19, dan implikasi yang lebih luas dari wabah tersebut.

DOWNLOAD 140

Tim penulis:

Benny Mawel

Erick Tanjung

Ika Ningtyas

Musdalifah

Sasmito

Editor dan tata letak: Ika Ningtyas

Gambar sampul: Edi Dharma