Pengumuman Anugerah Jurnalistik Persma 2020

10 Aug 2020 16:35 pm | Oleh : Naharin Ni'matun

Dewan juri Kompetisi Pers Mahasiswa Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia tahun ini menerima 137 karya jurnalistik dari pelbagai daerah. Ada dari Jakarta, Malang, Surabaya, Pekalongan, Yogyakarta, Salatiga, Semarang, Makassar, Kalimantan hingga Sulawesi.

Sama seperti tahun sebelumnya, produk jurnalistik yang mengikuti kompetisi ini juga multi platform mulai dari cetak, online hingga podcast dan video. Tema yang disodorkan pun beragam. Tak hanya mengulik berbagai persoalan di dalam dinding kampus, namun juga mengkritisi beragam persoalan yang dihadapi masyarakat seperti kontroversi revisi sejumlah undang-undang, konflik lahan, penggusuran, perampasan hak, kekerasan seksual hingga soal pandemi.

Melimpahnya karya yang masuk, keragaman ide, kecermatan menangkap persoalan, juga keberpihakan pada kepentingan publik membuat kami yakin, pers mahasiswa masih setia di garis perjuangan, berpihak pada kemanusiaan dan senantiasa menyuarakan orang-orang yang tak bisa bersuara.

Hampir semua karya yang masuk memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun laiknya kompetisi, kami juga harus memilih dan menentukan juara. Beberapa karya yang kami terima masih menyimpan masalah. Perbaikan di sana-sini masih perlu dilakukan. Sejumlah karya masih mengabaikan keberimbangan, kelengkapan informasi dan akurasi.

Butuh waktu yang tak sebentar untuk mencermati karya kawan-kawan mahasiswa. Diskusi yang alot dan perdebatan juga tak dapat dihindarkan guna menentukan karya mana yang layak menjadi pemenang. Berdasarkan tiga kriteria yang menjadi patokan dalam penilaian yakni kekuatan ide, konten dan penyajian, akhirnya kami sepakat memilih dua karya untuk menjadi juara dan lima karya sebagai juara favorit.

Berdasarkan penilaian dan serangkaian diskusi yang dilakukan akhirnya dewan juri memutuskan lima nominasi karya terbaik, yakni:

-             “Miskonsepsi Edukasi Seks : Seharusnya Tidak Tabu” karya Ultimagz Edisi 27

-             “Tragedi Tergusurnya Tambakrejo” karya LPM Nuansa Edisi 1 tahun 2019, Universitas Negeri Semarang

-             “Potret Ulama dalam Pusaran Politik” karya LPM Missi Edisi 42, UIN Semarang

-             “Kelas Jurnalistik Cilik Cilincing, Jakarta Utara” karya DNKTV UIN Jakarta

-             “Melawan Perampasan, Merebut Hak Atas Tanah” karya LPM Balairung Edisi 55, UGM

Sementara Juara II

“Pembuat Konten Dewasa di Antara Passion, Profesi dan Pelecehan Seksual yang Dialami karya LPM Progress Unindra Jakarta

Dan Juara 1

“Double Kill: Penghasilan HIlang, Pungutan Selain UKT akan Diterapkan” karya LPM Arena UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Karya berjudul "Pembuat Konten Dewasa, di Antara Passion, Profesi dan, Pelecehan Seksual yang Dialami" menawarkan keberanian ide sekaligus memaparkan paradoks pekerja bisnis 'lendir'. Mereka yang kerap distigma buruk, sesungguhnya juga tak luput dari pelecehan seksual.

Sementara karya berjudul "Double Kill: Penghasilan Hilang, Pungutan Selain UKT Akan Diterapkan" kami pilih sebagai juara pertama karena selain isunya sangat mengena dan dekat dengan kehidupan mahasiswa dan masyarakat, penulis juga mampu menyajikan cerita dengan narasi yang sangat baik dan apik.

Demikian laporan sekaligus pertanggungjawaban kami selaku Dewan Juri Kompetisi Pers Mahasiswa 2020 AJI Indonesia. Terima kasih dan selamat kepada para pemenang.

Anugrah Jurnalistik Persma 2020 Pengumuman