AJI-VOA Gelar Pelatihan Jurnalisme Gawai Bagi 100 Mahasiswa dan Jurnalis Muda

26 Oct 2020 12:50 pm | Oleh : Naharin Ni'matun

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerja sama dengan Voice of America (VOA) menggelar pelatihan “Online Mobile Journalism Workshop” pada 14 dan 21 Oktober dengan melibatkan 100 peserta, yang terdiri dari jurnalis, blogger dan mahasiswa.

Menurut Direktur VOA Indonesia Agus Sunarto, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para praktisi media dan calon jurnalis muda dalam mengumpulkan dan menyampaikan berita dengan menggunakan ponsel.

“Ini sejalan dengan era revolusi industri 4.0 di mana praktisi media harus cepat beradaptasi dengan dunia digital,” kata Agus saat membuka pelatihan pekan lalu di Jakarta.

Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini menyimak dengan aktif pelatihan yang disampaikan para instruktur dari AJI Indonesia dan VOA itu, termasuk para peserta juga diminta mengerjakan tugas peliputan dengan menggunakan ponselnya masing-masing.

Pelatihan tersebut melibatkan 4 instruktur; dua dari AJI Indonesia, yaitu Adi Prasetya sebagai instruktur utama dengan dibantu oleh asisten instruktur Iman Nugroho, dan dua instruktur lainnya dari VOA, yaitu Ahadian Utama dan Rendy Wicaksana.     

Pelatihan dilakukan dalam dua tahap, di mana tahap pertama para peserta diberikan paparan umum oleh instruktur utama tentang prinsip jurnalisme gawai bersama dengan etika jurnalistik. Para asisten juga menambahkan pengalaman masing-masing pada pelatihan ini.

Tahap kedua adalah pelatihan dengan menerjunkan langsung para peserta ke lapangan untuk meliput peristiwa dengan menggunakan gawainya masing-masing untuk kemudian dievaluasi oleh para instruktur pada pertemuan berikutnya.

Peserta yang awalnya 100 orang gugur sepuluh orang karena tidak mengerjakan tugas yang dimintakan instruktur. Jadi total peserta yang berhak mengikuti pelatihan tahap kedua sebanyak 90 orang.

“Kalau ada 10 peserta gugur dalam pelatihan itu wajar saja, ujar Agus saat menutup pelatihan tersebut, Rabu malam, 21 Oktober 2020.

Ketua Divisi Pendidikan dan Etik AJI Indonesia Dandy Koswaraputra mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi sehingga AJI harus mencoret sebagian besar peserta yang telah mendaftar pada “Online Mobile Journalism Workshop” ini.

“Karena kemampuan para instruktur menangani peserta sangat terbatas jadi pendaftar yang hampir 300 orang itu harus kami pangkas jadi 100 orang saja, ujar Dandy.    

Dandy menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas jurnalis semacam ini menjadi bagian dari rangkaian program Divisi Pendidikan AJI Indonesia.

Agus menambahkan kerja sama VOA dan AJI  sudah berjalan sejak sejak diadakannya kegiatan Festival Media AJI yang pertama pada 2012 di Bandung dan sejak itu kantor media berkantor pusat di Washington DC, Amerika Serikat, ini  selalu berpartisipasi hingga kini.

 Dalam programnya, kata dia, AJI kerap mengetengahkan berbagai topik dan tema yang  sejalan dengan  VOA seperti  menyebarkan informasi yang benar, anti diskriminasi, kebebasan pers, serta melibatkan  dan menghubungkan orang-orang untuk mendukung kebebasan dan demokrasi. 

“Karenanya VOA  senang untuk bekerja sama apalagi kini muncul berbagai isu terkait pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia,” kata Agus.  

Kerja sama AJI-VOA berlanjut  dalam bentuk kegiatan virtual yaitu webinar dan workshop yang aman dilakukan di  kala pandemi ini, pungkas Agus.