Pelatihan “Jurnalisme & Trauma - Strategi Berorientasi Solusi & Sensitif Konflik bagi Jurnalis di Indonesia"

27 Jul 2021 14:59 pm | Oleh : Naharin Ni'matun

Ilustrasi

 

Trauma adalah salah satu konsekuensi paling sering terjadi dari konflik kekerasan dan bencana lainnya yang mempengaruhi umat manusia. Studi menunjukkan bahwa pengalaman traumatis dapat berulang selama beberapa generasi, sehingga mempengaruhi masyarakat secara permanen. Di Indonesia, beberapa konflik pernah terjadi dan hingga saat ini proses pemulihan masih terus berlangsung. Jurnalis memiliki peran kunci dalam mendorong proses pemulihan ini. Mereka harus mendokumentasikan dan menggambarkan keadaan insiden kekerasan atau proses pemulihan para korban. Jurnalis dapat membantu pihak berkonflik atau bahkan pemerintah untuk memahami penyebab dan konteks konflik yang terjadi. Dengan demikian, masyarakat yang berkonflik dapat mengembangkan dialog untuk mencari solusi bersama.

Program “Jurnalisme dan Trauma” ini bertujuan untuk mendukung jurnalis Indonesia dalam mengembangkan strategi yang berorientasi pada solusi dan sensitif konflik untuk mengatasi pengalaman traumatis saat liputan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama dengan organisasi pengembangan media Jerman, DW Akademie, menyelenggarakan program pelatihan online yang konklusif untuk jurnalis dari seluruh Indonesia. Program ini mendapatkan dukungan keuangan dari Kementerian Luar Negeri Jerman.

Sebanyak 40 jurnalis akan diundang untuk mengikuti pelatihan online selama delapan minggu pada bulan September - Oktober 2021, yang terdiri dari sesi pelatihan jurnalistik dan akademik tentang aspek konflik dan trauma. Peserta yang diterima dalam program ini, akan mendapatkan pelatihan dari berbagai narasumber nasional dan internasional tentang jurnalisme yang sensitif konflik serta berorientasi pada solusi, etika jurnalistik, jurnalisme digital, dan metodologi penelitian mendalam. Selain itu, peserta akan berkesempatan dalam diskusi panel dengan pakar media, politik, sejarah, dan agama dari nasional maupun internasional - untuk menyajikan dan mendiskusikan pendekatan mitigasi dan rekonsiliasi konflik. Para ahli dalam penelitian trauma dan pemilihan trauma, juga akan diundang untuk berbagi temuan mereka dengan para peserta.

Peserta juga akan berkesempatan untuk mendapatkan biaya operasional liputan dan mentoring untuk untuk merancang dan mengimplementasikan liputan jurnalistik mereka setelah mengikuti proses pelatihan.

Melalui pelatihan, peserta akan memiliki kesempatan untuk:

  • Mengumpulkan informasi dari para ahli tentang perawatan trauma dan penelitian trauma internasional.
  • Memperkuat pemahaman mereka tentang standar profesional dan etika jurnalisme yang sensitif konflik dan konstruktif.
  • Meningkatkan keterampilan mereka untuk meneliti arsip dan mewawancarai saksi
  • Mempelajari tentang perawatan diri bagi jurnalis yang terpapar pada insiden traumatis (seperti
  • kekerasan atau bencana alam).
  • Dapat berbagi pengalaman dan jaringan dengan pakar global dan kolega dari seluruh Indonesia.

Calon peserta harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun sebagai jurnalis.
  • Secara teratur melakukan reportase mengenai topik-topik politik dan/atau hak asasi manusia dan/atau masalah keragaman agama, etnis, atau sosial (anda akan diminta memberikan setidaknya satu contoh karya dalam formulir pendaftaran).

Bersama dengan formulir pendaftaran, Anda akan diminta untuk mengirimkan dokumen berikut:

  1. Surat keterangan dari editor/pemimpin redaksi yang akan memberikan waktu kepada peserta selama periode pelatihan. Contoh surat keterangan dapat diunduh di sini: https://bit.ly/SuratContoh
  2. Motivasi mengikuti pelatihan ini.

Jurnalis perempuan serta orang-orang dari identitas seksual yang berbeda sangat dianjurkan untuk mendaftar.

Formulir pendaftaran dapat diakses di sini: https://bit.ly/PendaftaranJurnalismeTrauma

Untuk informasi lebih lanjut tentang program ini, silakan kirim email ke: program@ajiindonesia.or.id atau kristina@ajiindonesia.or.id dengan subjek: DW Akademie Training.

Formulir pendaftaran diterima paling lambat Jumat, 13 Agustus 2021