AJI Mandar Kecam Pelecehan Terhadap Jurnalis Perempuan, Yang Dilakukan Orang Tak Dikenal
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mandar mengecam pelecehan terhadap salah satu jurnalis perempuan di Sulawesi Barat yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
Korban menyatakan, kejadian itu berlangsung ketika ia dalam perjalanan dari Kabupaten Majene menuju Kabupaten Polman, Sulawesi Barat dengan mengendarai sepeda motor pada Selasa malam (24/1/2023).
Dalam perjalanan sekitar Pukul 23.00 WITA di Jalan poros Polewali-Majene Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, Korban diikuti oleh seorang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat berwarna hitam dan tidak mempunyai plat serta tidak menyalakan lampunya.
Ketika sampai di daerah Mapilli korban disuruh menepi ke pinggir jalan, lalu orang itu memegang tangan korban. Korban berusaha mengindari dengan cara membelokkan setir motor sehingga tangan pelaku tersebut lepas dari lengan korban namun setelah itu pelaku melakukan tindakan pelecehan terhadap korban dengan cara memegang bagian dada korban. Karena panik dan ketakutan korban langsung mengebut kendaraannya meninggalkan lokasi.
Dalam keadaan panik, korban langsung mencari lokasi yang ada penerangan lampu. Selanjutnya korban menginfokan kejadian yang dialaminya ke pada teman-teman jurnalis lainnya melalui pesan Whatsapp.
Setelah itu, korban menuju rumah salah satu rekan jurnalis lainnya yang tak jauh dari lokasi kejadian untuk menenangkan diri. Selanjutnya sekitar pukul 23:35 WITA korban temani salah satu teman jurnalis mendatangi kantor Polsek Wonomulio untuk membuat laporan awal.
Pada Rabu pagi (25/1/2023/ Sekitar Pukul 11:00 WITA korban didampingi sejumlah teman jurnalis lainnya mendatangi kantor Polres Polman untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi.
Atas kejadian itu. Aliansi Jurnalis Independen(AJI- Mandar) menyatakan sikap :
1. Pelecehan dan serangan terhadap jurnalis tidak bisa dibiarkan. AJI Kota Mandar secara tegas menentang berbagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan perempuan.
2. Atas pengakuan korban kami berpandangan perbuatan pelaku mengarah pada tindak pidana pelecehan seksual.
3. Meminta aparat kepolisian agar menyelidiki dugaan pelecehan tersebut. Pelaku harus dihukum sesuai aturan hukum yang ada agar peristiwa tersebut tidak berulang.
4. Kami sangat menyayangkan kejadian yang menimpa korban. Siapa pun bisa menjadi korban dan dalam hal ini, perempuan jelas belum mendapatkan ruang yang aman dan nyaman saat menjalankan aktivitasnya.
5. Kami meminta agar semua pihak memberikan dukungan keperpihakan kepada korban yang menjadi korban pelecehan seksual.
6. AJI Mandar mendorong perusahaan media agar tetap menaati kode etik jurnalistik dalam pemberitaan kasus pelecehan seksual dengan tetap menghormati pengalaman traumatis korban.
Ketua AJI Kota Mandar, Rahmat FA.
Narahubung :
Koordinator Bidang Advokasi AJI Mandar
0 Comments
Tidak Ada Komentar