Jurnalis Rentan Plagiarisme dan Pelanggaran Hak Cipta

Hak atas kekayaaan Intelektual (HKI) adalah hak ekslusif yang diberikan suatu hukum atas peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. 

 

HKI adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil. Penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan permasalahan reputasi dan tindakan/jasa dalam bidang komersil. 

 

Dengan demikian obyek utama dari HKI adalah karya, ciptaan, hasil buah pikiran atau intelektualitas. 

 

Sekolah Jurnalisme Aliansi Jurnalis Independen (SJ AJI) menggelar workshop untuk jurnalis “Hak Kekayaan Intelektual dan Pembajakan” di Hotel Dremtel, Jakarta selama dua hari, Jumat-Sabtu, 11-12 Mei. 

 

Workshop ini diikuti 25 jurnalis yang berasal dari Kupang Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Batam, Solo, Semarang, Bandung, Pekanbaru dan Jakarta. 

 

Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM), Freddy Harris dalam sambutan pembukanya menyambut baik workshop yang dilaksanakan untuk kalangan jurnalis. 

 

“Karena jurnalis juga rentan dari plagiarisme, dan hak cipta. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan akan membantu kami juga dalam mensosialisasikan betapa pentingnya HKI, “ kata Freddy. 

 

Kepala Bidang Dana dan Usaha Aliansi Jurnalis Independen, Suwarjono yang menyampaikan pembukanya mengakui banyak jurnalis yang belum paham akan pentingnya HKI. 

 

“Kagiatan workshop ini menjadi salah satu dari tiga pilar AJI yaitu meningkatkan profesionalisme jurnalis. Dengan kegiatan yang digelar Sekolah Jurnalisme AJI diharapkan jurnalis akan mendapatkan pengetahuan tentang HKI,” kata Suwarjono.

 

Pembicara yang hadir pada hari pertama workshop adalah, Dirjen HKI Kemenkum HAM, Freddy Haris, Deputi Fasilitas HKI dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif Ari Juliano Gema, Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan Justisiari P. Kusumah. 

 

Sementara pada diskusi panel hadir, Ketua Bidang Bisnis dan Ekonomi Asosiasi E-Commerce Indonesia Ignatius Untung dan Peneliti Senior LPEM Universitas Indonesia Chaikal Nuryakin. 

 

Pada hari kedua, Sabtu 12 Mei 2018, peserta workshop yang telah dibagi menjadi empat kelompok akan mendiskusikan kasus-kasus HKI yang ada di wilayahnya masing-masing. Kemudian dilanjutkan sesi bagaimana meliput isu HKI bersama jurnalis senior dari Tempo, Sunudyantoro. 

https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif