AJI menerima 48 karya dari dua kategori, masing-masing 32 karya dalam bentuk poster dan 16 karya vlog

#IFJ #Young Digital Journalist Joining Union

Pengumuman Pemenang Lomba Digital Campaign Jurnalis Muda 2018

@fakartun


AJIINDONESIA, Jakarta - Lomba digital campaign "Young Digital Journalist Joining Union 2018" yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama dengan International Federation of Journalist (IFJ) telah menghasilkan enam pemenang dari dua kategori yang dilombakan, yaitu kategori poster dan video blog (vlog).

Tiga pemenang lomba kategori poster dengan karya terbaik yakni atas nama Fajar Arif Fandhi/  @kopisaset__ (Juara I), karya terbaik ke dua atas nama Eko Faizin/  @fakartun (Juara II), lalu atas nama Yogi Fachri Prayoga/  @yogifachrip (Juara III). Sementara untuk tiga orang di posisi harapan I sampai III kategori poster ini masing-masing atas nama: Muammad Islami/ @muammarislami, Fahruroji/  @fahruroji_kalimetro, dan Ifrohasyim/ @ifrohasyim.

Tiga pemenang lomba kategori vlog dengan karya terbaik pertama atas nama Afrin Meyriana/ @afrinmeyriana  (Juara I), lalu Juara II atas nama Ajeng Wulandari/  @wulandariajeng48 dan Juara III atas nama Rahmad Zilhakim/ @rahmad_zilhakim. Untuk tiga orang yang berada di harapan I sampai III yakni atas nama Donal Chaniago/ @donalcaniago, Tuti Nurkhomariyah/ @tutinurkhomariyah, dan Haurah FZH/ @haurahfzh .

Pemenang di setiap kategori masing-masing berhak mendapat uang sebesar Rp 3,5 juta (Juara I), Rp2 juta (Juara II) dan Rp1,5 juta (Juara III). Sedangkan tiga pemenang harapan di setiap kategori masing-masing mendapat hadiah uang sebesar Rp1 juta. Karya para pemenang lomba juga akan digunakan AJI dan IFJ untuk kampanye digital di media sosial. 

Lomba untuk jurnalis muda ini telah berlangsung sejak 1 November 2018 hingga 14 Desember 2018.  AJI menerima 48 karya dari dua kategori, masing-masing 32 karya dalam bentuk poster dan 16 karya vlog. Ke-48 karya tersebut diseleksi oleh tiga dewan juri, yaitu Andri Indradie (Ketua Dewan Karyawan Kontan), Wawan Aloysius Budi Kurniawan (Koordinator Divisi Serikat Kerja AJI) dan Ellena Karahendi (Ketua Sindikasi). Ada empat kriteria penilaian dewan juri, yaitu: Kesesuaian Tema, Kekuatan Visual, Kejelasan Pesan dan Tingkat Keterbacaan/Like.

Salah satu juri lomba, Wawan Aloysius Budi Kurniawan, mengatakan tidak gampang menyeleksi 48 karya. "Karyanya bagus-bagus. Ada salah satu single vlog yang dibuat salah satu peserta benar-benar mewakili semangat jurnalis muda zaman now. Dia mahir sekali menggunakan gadget dan platform audio visual. Kalau untuk poster, secara visual rata-rata juga bagus. Poster satirnya melambangkan tantangan jurnalis masa kini, tekanan kantor, pekerjaan, kriminalisasi dan lainnya," katanya.  

Menurut Wawan, tantangan terberat juri adalah memelototi setiap karya yang bagus itu. Mereka harus memeras 48 karya tersebut menjadi tiga karya saja. Namun demikian ia mengapresiasi respons positif para peserta lomba, dalam hal ini para jurnalis muda Indonesia. Namun yang menjadi catatan, dari sejumlah karya para peserta ternyata masih kecil persentasenya yang menyorot isu-isu ketenagakerjaan. "Jadi lebih bersemangat isu-isu jurnalis daripada isu serikat pekerja. Tapi harapannya semoga lewat kampanye ini kesadaran tentang kebutuhan berserikat di perusahaan media semakin tinggi," katanya.

Lomba digital campaign "Young Digital Journalist Joining Union 2018" ini rangkaian kegiatan kerja sama antara AJI dan IFJ sejak 20 Oktober 2018. Dimulai dari FGD (Focus Group Discussion) yang diikuti sejumlah jurnalis, perwakilan dari aktivis serikat pekerja media di Jakarta, kemudian merumuskan sejumlah strtagei kampanye digital untuk meningkatkan kepekaan para jurnalis muda Indonesia terhadap isu-isu ketenagakerjaan dan nilai penting berserikat dan berorganisasi.