AJI mendorong literasi media dan teknologi di Maluku Utara

AJI, Google Initiative dan Internews Gelar Pelatihan Google Tools

AJIINDONESIA, Ternate - Untuk meningkatkan budaya literasi media dan literasi teknologi di Maluku Utara (Malut). Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews, Sabtu (29/6) hingga Minggu (30/6) kemarin menyelenggarakan pelatihan google tools untuk wartawan di Malut.

Ketua AJI Kota Ternate, Hairil Hiar, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda Google News Initiative Training yang dilakukan di Indonesia. Kata dia, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan jurnalis untuk memverifikasi informasi baik itu, berita, foto maupun video. “Ini supaya wartawan jangan termakan isu hoaks yang beredar di dunia maya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan yang kedua, setelah sebelumnya pada Jumat (28/6) lalu, AJI dan Google Initiative dan Internews menggelar kegiatan serupa di Kampus UMMU, Kelurahan Sasa, Ternate Selatan. “Sebelumnya kita menggelar kegiatan yang sama di Kampus Muhammadiyah Maluku Utara, tapi peserta yang dilibatkan lebih banyak diikuti oleh para mahasiswa, ada juga sebagian jurnalis yang ikut dalam kegiatan itu,” ungkapnya.

Kegiatan ini, panitia penyelenggara menghadirkan  tiga orang trainer yang sdah tersertifikasi oleh Google di Jakarta. “Kami berharap, dengan mengikuti kegiatan ini bisa membantu rekan-rekan jurnalis di daerah khususnya di Malut dalam menjalankan tugas profesinya,” ungkapnya.

Sementara Itu, Ketua AJI Kendari, Zainal Ishaq, yang tak lain adalah trainer terverifikasi Google menuturkan. Kegiatan yang diinisiasi oleh AJI, Google News Initiative dan Internews ini adalah untuk memfasilitasi para jurnalist di seluruh dunia, termasuk di asia pasifik, khususnya di Indonesia untuk mengenalkan teknologi dan dunia inovasi di dunia internet agar bisa menggunakan sejumlah tools atau aplikasi dalam rangka mendukung kerja-kerjanya sebagai jurnalist.

“Ini dalam rangka mendukung kinerjanya sebagai seorang jurnalist dalam rangka melaksankaan tugas-tugas jurnalistik,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya bersama untuk mencegah maraknya informasi hoaks yang melanda bangsa ini. “Kegiatan serupa sudah dilaksanakan di 2018, itu setidaknya sudah menyasar 30 Kota, di 2019 ini sudah ada kurang lebih 10 Kota, itu sasaranya adalah tahun lalu itu kita sudah mengajarkan sekitar 1000 jurnalis di Indonesia, targetnya di 2019 ini bisa 2000 jurnalis,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam suasana pelatihan, sejumlah trainer mengajarkan kepada para jurnalist peserta pelatihan tentang sejumlah tools dan cara menggunakanya. Diantara yang diajarkan tersebut yaitu Tools atau aplikasi yang digunakan untuk mengecek keaslian foto, video, lokasi, berita, serta ciri-ciri media atau website yang suka menyebarkan informasi yang menyesatkan publik. (**)