Undangan Call for Paper

Digitalisasi menjadi topik yang menjadi pembicaraan utama jurnalis dan pekerja media beberapa tahun belakangan ini. Perkembangan ini dipicu oleh massifnya pemanfaatan internet, dan kian terjangkaunya teknologi komunikasi dan infrastruktur pendukungnya yang makin baik dan luas. Penguna internet Indonesia saat ini sekitar 150 juta, lebih dari separoh populasi Indonesia yang sebanyak 260 juta.

Meluasnya pemanfaatan internet ini, tak bisa dihindari, mengubah pola dalam mengakses informasi dan cara media menyediakan berita. Digitalisasi ini menciptakan iklim perubahan pola konsumsi berita dari media konvensional ke digital. Peralihan besar ke digital ini diikuti juga perkembangan lainnya, yaitu alokasi iklan, cara kerja jurnalis, dan jurnalisme.

Jurnalisme yang dikembangkan media juga “menyesuaikan” dengan arus perubahan ini. Ada yang mengikuti arus ini dengan pragmatis, yang itu kemudian memicu kritik terhadap kualitas jurnalismenya. Namun ada juga yang bertahan dengan jurus klasik “content is king” dengan terus menerapkan jurnalisme investigasi dan mengembangkan jurnalisme data.

Namun narasi yang banyak diketahui publik, media berusaha bertahan di era digital ini dengan menomorsatukan bisnis dan mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalisme. Situasi ini mendorong munculnya keprihatinan soal nasib jurnalisme di era digital. Seperti apa wajah jurnalisme Indonesia di tengah badai digital ini? Bagi jurnalisme, dan ini bukan hanya masalah Indonesia, tantangan lainnya juga menguatnya politik identitas, kefanatikan, yang melihat media dari kacamata sempit.

Mengingat banyaknya tantangan itu, perlu bagi pers Indonesia melakukan refleksi setidaknya setelah dua dekade menikmati kebebasan pers –pasca lahirnya Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Dan salah satu pertanyaan kuncinya adalah, apakah jurnalisme berkualitas memiliki masa depan?

Sebagai bagian dari upaya menjawab sejumlah problem yang dihadapi pers itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang tahun 2019 ini memperingati ulang tahunnya yang ke-25, menyelenggarakan Konferensi Nasional dengan tema "Jurnalisme di Era Digital", yang akan dilaksanakan di Jakarta, 6 Agustus 2019.

Untuk penyelenggaraan konferensi tersebut, AJI membuka Call for Paper kepada jurnalis, peneliti, penulis, dosen, dan mahasiswa untuk ikut mengirimkan naskah sesuai tema konferensi. AJI akan memilih enam naskah terbaik (juara 1 dan 2 untuk tiap tema).

Adapun ketentuan lebih detailnya, sebagai berikut:

Tiga tema utama dan sub-tema Call Paper:
1. Wajah Jurnalisme Indonesia di Era Digital: Tantangan dan Prospeknya. Sub temanya antara lain: (1) Tren berita click bait dan iklim media online Indonesia: Keniscayaan atau Keputusasaan?; (2) Jurnalisme data di era digital; (3) Jurnalisme investigasi di era digital;

2. Mencari Model Bisnis di Sektor Media di Indonesia. Sub temanya antara lain:  (1) Monetize seperti apa yang paling menjanjikan bagi media di Indonesia; (2) Crowd funding untuk jurnalisme; (3) Model paywall atau subscription bagi media di Indonesia.

3. Potret Kebebasan Pers Indonesia. Sub tema: (1) Kebebasan pers: nyata atau ilusi; (2) Tantangan-tantangan dalam implementeasi kebebasan pers; (3) Memotret ancaman-ancaman bagi kebebasan pers.

Ketentuan Pengiriman Paper:
-Paper yang diikutsertakan adalah paper orisinal, bukan hasil plagiarisme
-Panjang minimal naskah 7.000 karakter*
-Sistematika paper antara lain terdiri dari: Judul, Nama Penulis, Pengantar/Latarbelakang, Pembahasan (data, ulasan, argumentasi dll), Kesimpulan, Referensi.
-Paper dikirim paling lambat 28 Juli 2019 ke Panitia melalui email sekretariat@ajiindonesia.or.id dengan Subject “Call for Paper AJI yang diikuti dengan nama pengirim.”

Pemenang dan Hadiah
-Total hadiah untuk enam pemenang dalam call paper ini berupa uang tunai Rp 13,5 juta.
-Pengumuman nama pemenang akan disampaikan melalui website dan twitter AJI. Para pemenang juga akan dihubungi oleh sekretariat AJI
-Juara 1 dan juara 2 untuk masing-masing tema akan mendapatkan hadiah uang. Khusus untuk pemenang nomor 1 (satu) dari tiap tema, akan diundang menjadi pembicara dalam konferensi.
-Paper pemenang juga akan dipublikasikan di website AJI dan situs Independen.id

Informasi lain soal Call for Paper bisa ditanyakan kepada Sekretariat AJI Jalan Sigura Gura No.1, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan 12760 Telepon: 021 22079779
Email: sekretariat@ajiindonesia.or.id Website: www.aji.or.id Twitter: @ajiindonesia

AJI INDONESIA
Jalan Sigura Gura No.1, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan 12760 Telepon: 021 22079779 Email: sekretariat@ajiindonesia.or.id Website: www.aji.or.id Twitter: @ajiindonesia Instagram: @ajiindonesia