Jurnalis yang belum memahami proses liputan di wilayah konflik berpotensi terkena dampak kekerasan.

KKJ Temui Komnas HAM bahas Kekerasan terhadap Jurnalis

Jakarta – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) menggelar rapat dengar pendapat dengan Komnas HAM. Dalam pertemuan ini KKJ meminta Komnas HAM ikut mengingatkan pemilik media untuk menambah pengetahuan jurnalis saat meliput konflik, terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang lalu.

Direktur Eksekutif LBH Pers, Ade Wahyudin, mengatakan banyak media menerjunkan jurnalisnya ke lokasi konflik tanpa memiliki pengetahuan yang cukup. Sehingga, kata dia, banyak jurnalis yang menjadi korban saat peliputan di lokasi konflik seperti saat peristiwa kerusuhan 21-22 Mei lalu.

"Banyak jurnalis yang juga jadi korban saat meliput di lokasi konflik ," kata Ade saat mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juli 2019.

Ia menuturkan jurnalis yang belum memahami proses liputan di wilayah konflik berpotensi terkena dampak kekerasan. 

LBH Pers yang tergabung dalam Komite Keselamatan Jurnalis mencatat ada 20 wartawan yang menjadi korban saat kerusuhan pecah di Jakarta pada 21-22 Mei lalu.

"Kami menyoroti banyaknya jurnalis yang menjadi korban. Media seharusnya juga mengingatkan dan memberikan pemahaman mengenai mekanisme perlindungan saat meliput di tengah lokasi konflik." kata dia.

Anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan bakal memberikan rekomendasi kepada perusahaan media untuk meningkatkan kompetensi jurnalisnya saat meliput di lokasi konflik, terkait misalnya kerusuhan 21-22 Mei. "Supaya tidak modal nekat saja, tanpa perlindungan-perlindungan yang lain."