Pelatihan verifikasi fakta secara online ini menjadi program AJI secara nasional di seluruh Indonesia bersama Google News Initiative sejak tahun 2018

Puluhan Jurnalis Bengkulu Berlatih Cek Fakta bersama Google

Dok. AJI Indonesia


Bengkulu - Sebanyak 30 jurnalis di Provinsi Bengkulu mengikuti pelatihan verifikasi fakta secara online dan keamanan digital yang difasilitasi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Google News Initiative dan Internews, Sabtu, 3 Agustus 2019.

"Melawan hoaks tidak cukup dengan literasi. Jurnalis juga perlu dibekali pengetahuan teknologi," ujar Ketua AJI Bengkulu Harry Siswoyo dalam sambutannya di Grage Horizon.

Pelatihan verifikasi fakta secara online ini menjadi program AJI secara nasional di seluruh Indonesia bersama Google News Initiative sejak tahun 2018. Target besar dari program ini adalah membentuk 3.000 fact checker di seluruh Indonesia guna menangkal sebaran hoaks dan informasi palsu di internet.

Donal Caniago, instruktur latih dari AJI yang memfasilitasi pelatihan di Bengkulu menyebutkan, sebagai dasar awal para jurnalis dilatih untuk fasih memanfaatkan sejumlah alat yang telah tersedia di mesin pencari Google.

Alat itu berupa Google Reverse Image, Google Maps, Google Trends dan lain sebagainya. "Orang Indonesia banyak berkerumun di internet tanpa literasi yang memadai. Karena itu butuh tools yang bisa membantu memverifikasi informasi yang didapatnya," ujar Donal.

Pelatihan bagi para jurnalis di Bengkulu ini berlangsung selama dua hari yakni dari 3-4 Agustus 2019, dan kemudian berlanjut dalam workshop bersama mahasiswa, pegiat NGO, akademisi, dan masyarakat umum di Universitas Bengkulu pada Senin, 5 Agustus 2019. (rls)

Narahubung:
Harry Siswoyo (Ketua AJI Bengkulu): (+62) 85266790828
Lisa Rosari: (+62) 85268466020
Riki Jenihansen: (+62) 85267993993