x

Panduan Praktis Advokasi Bagi Persma

Berbeda dengan jurnalis media arus utama, ancaman terhadap pers mahasiswa (persma) memiliki kekhasan tersendiri. Alih-alih mendapatkan perlindungan, pihak sivitas akademika kerap kali menjadi aktor yang mengancam keberadaan persma itu sendiri. Persma hari ini tidak hanya menghadapi risiko fisik, tetapi juga dihantui oleh kekerasan struktural dari birokrasi kampus seperti penangguhan masa kuliah, pembekuan organisasi secara sepihak, hingga kriminalisasi.

Buku Panduan Praktis Advokasi Bagi Persma menawarkan strategi bagi jurnalis mahasiswa ketika menghadapi represi. Buku ini memberi penjelasan tentang berbagai jenis kekerasan terhadap jurnalis, yang meliputi kekerasan fisik, non-fisik, siber/digital, kekerasan berbasis gender, hingga kekerasan struktural yang khas di kampus.

Langkah-langkah pendampingan saat menghadapi insiden dalam buku ini mengadopsi pendekatan APPPeM berbasis studi kasus di lapangan. Rangkaian APPPeM itu terdiri dari: Asesmen (penilaian kondisi awal), Pendokumentasian (pengumpulan barang bukti dan penyusunan kronologi), Pendampingan (bantuan psikologis atau litigasi), Pelaporan (pengaduan ke platform atau penegak hukum), serta Evaluasi dan Monitoring.

Buku ini memberikan kerangka kerja yang terukur dan sistematis saat pers mahasiswa menghadapi pembungkaman atau tekanan.

 

Kontributor:

Adi Marsiela

Alya Natasya

Fariz Hamka

Tofan Aditya

 

Editor:

Heri Pramono

 

Perancang sampul dan tata letak:

Bilal M. Sean

 

Ilustrasi: 

Bawana Helga Firmansyah

 

Fotografer: 

Virliya Putricantika

 

Buku ini merupakan kerja sama antara BandungBergerak, AJI Bandung, LBH Bandung, dan FKPMB disokong oleh Amnesty International Indonesia.


 

Buku
Share