Delegasi Uni Eropa Umumkan Pemenang Kompetisi Penulisan Jurnalistik ‘EU4Wartawan’ 2023
Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengumumkan para pemenang kompetisi penulisan jurnalistik tahunan EU4Wartawan. Tahun ini, kompetisi tersebut diadakan bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) dan Project Multatuli, dengan tema krisis iklim dan hak asasi manusia (HAM). Pengumuman ini disampaikan pada Hari Meteorologi Sedunia, 23 Maret, untuk menyoroti pentingnya mengatasi dampak perubahan iklim terhadap manusia dan planet bumi.
Setelah melalui proses seleksi, juri dari AJI dan Delegasi Uni Eropa memilih tujuh artikel terbaik dari 205 artikel yang diajukan untuk kategori ‘jurnalis media massa’. Anwar Siswadi dari Majalah Tempo meraih juara pertama untuk tulisannya berjudul ‘Petaka Iklim Mengerik Pulau’ dan Pradipta Pandu dari Harian Kompas meraih juara dua untuk artikelnya ‘Hidup Selaras dengan Alam, Tumpuan Atasi Krisis Iklim’.
Pada kategori ‘mahasiswa’, juri dari Proyek Multatuli dan Delegasi Uni Eropa memilih lima artikel terbaik dari 152 tulisan. Pemenang pertama diraih oleh Muhammad Razil Fauzan dari Universitas Mulawarman untuk tulisannya yang berjudul ‘Belenggu Malaria Membayangi Calon Warga Ibu Kota Nusantara (IKN)’.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket, menyampaikan apresiasinya kepada para peserta, "Melalui narasi yang kuat, para peserta EU4Wartawan telah meningkatkan kesadaran tentang dampak krisis iklim pada kehidupan manusia. Ini merupakan tantangan terbesar di zaman ini, maka penting untuk semakin menghargai peran jurnalis dan pers mahasiswa dalam membentuk wacana publik dan mendorong perubahan. Selamat kepada para pemenang, yang karyanya menjadi pengingat kita untuk mempercepat aksi iklim guna mewujudkan masa depan yang berkelanjutan bagi semua."
Ahmad Nurhasim, juri dari AJI, berharap karya-karya pemenang dapat menginspirasi dan mendorong para jurnalis untuk meliput dan menulis berita tentang iklim dan HAM dengan angle yang bagus, data dan narasumber yang lengkap. Beliau menekankan pentingnya karya jurnalistik yang mampu menjelaskan secara ilmiah krisis iklim dan dampak langsung terhadap kehidupan manusia serta kemampuan menghubungkan sebuah peristiwa lokal dengan permasalahan global. Berita-berita seperti itu akan mampu mendorong lebih cepat perubahan kebijakan, perilaku masyarakat dan kemitraan multipihak untuk bekerja sama mengatasi krisis iklim.
Ronna Nirmala, Redaktur Pelaksana Project Multatuli yang menjadi juri kategori mahasiswa, mengatakan bahwa ia cukup senang melihat keberagaman isu yang diangkat oleh para peserta, mulai dari ancaman malaria di ibukota baru, dampak pembangunan pembangit listrik tenaga panas bumi (PLTP), hingga banjir rob. “Artinya, memang ada harapan bahwa teman-teman jurnalis muda ini sudah lebih paham dan bisa lebih terlibat lagi ke depannya dalam menulis tentang isu lingkungan dan HAM,” ujarnya.
Dua pemenang utama dari kategori jurnalis dan satu pemenang utama dari kategori mahasiswa akan menerima tiket perjalanan dan uang saku untuk mendukung mereka dalam meliput isu lingkungan pilihan mereka di Indonesia. Uni Eropa terus mendukung jurnalis Indonesia dalam menghasilkan berita berkualitas terkait isu lingkungan dan HAM.
Delegasi Uni Eropa mengucapkan terima kasih kepada semua jurnalis dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ini dan terus berkomitmen untuk mendukung upaya Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim dan menegakkan nilai-nilai hak asasi manusia.
-------------
Tentang Uni Eropa
Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 Negara Anggota. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona yang stabil, demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mencapai perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.
27 negara anggota Uni Eropa (dalam urutan protokol) adalah: Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Estonia, Irlandia, Yunani, Spanyol, Perancis, Italia, Siprus, Latvia, Lituania, Luksemburg, Hongaria, Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finlandia dan Swedia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, akses:
http://eeas.europa.eu/indonesia
Ikuti akun media sosial kami diTwitter,Facebook,Instagram danYoutube
Kontak media: delegation-indonesia-info@eeas.europa.eu |
- 26 kali dilihat





