x

KSP-AJI dan PPMN Luncurkan Kompetisi Indonesia Data Driven Journalism 2018

Jakarta— Data adalah darah jurnalisme yang membuat berita menjadi penting dan bermakna. Tanpa data, publik akan mendapatkan buih belaka. “Jurnalis yang hebat akan mampu menghidupkan data yg beku menjadi hidup dan menarik untuk dinikmati,” kata Alois Wisnuhardana, Tenaga Ahli Madya Kedeputian 4 Kantor Staf Presiden, Rabu (13/3) di Jakarta.

Karena itu Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) meluncurkan kompetisi Indonesia Data Driven Journalism Award 2018. Indonesia Data Driven Journalisme adalah agenda rutin yang terselenggara sejak 2016. “Tujuannya mengenalkan dan mempromosikan pentingnya pengolahan data dalam khasanah jurnalisme di Indonesia,” ujar Alois.

Di tahun ketiga ini, kompetisi IDDJ 2018 mengambil tema “Memotret Akuntabilitas Layanan Publik dan Pemilihan Umum” Ketua Aliansi Jurnalis Independen mengatakan peliputan akuntabilitas layanan publik dan pemilihan umum berbasis data dalam konteks pemilihan umum kepala daerah (2018) maupun pemilihan presiden dan wakil presiden (2019) sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan peliputan berbasis data, masyarakat dapat dilibatkan untuk menilai janji kampanye atau tawaran program para kandidat dengan berpijak pada data. “Sehingga pilihan politik pemilih tidak berdasarkan sentimen identitas semata, melainkan berdasarkan visi dan misi kandidat yang terukur,” ujarnya.  

Karena itu ia mendorong jurnalis semakin aktif memanfaatkan keterbukaan data dan informasi untuk menghasilkan karya-karya bermutu tentang layanan publik dan pemilihan umum yang akan berlangsung 2018 dan 2019. Selain itu ia mendorong pemerintah menyediakan data dalam format data yang dapat diolah kembali.

Format data yang dapat diolah ini bermanfaat bagi media memberikan masukan kepada pengambil kebijakan untuk peningkatan mutu layanan publik dan pemilihan umum. “Harapannya karya jurnalistik berbasis data itu dapat mendorong kesadaran masyarakat terlibat lebih jauh dalam mengawasi proses pemerintahan dalam sistem negara demokrasi, sebagai bagian dari hak sebagai warga negara,” ujarnya.

Peluncuran IDDJ 2018 ini diawali dengan diskusi yang menghadirkan pembicara Sentot B. Widoyono (Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik, Badan Pusat Statistik), Abdul Manan (Ketua AJI Indonesia) dan Setiaji (Kepala UPT Jakarta Smart City) yang dipandu moderator Fransisca Susanti (Program Manager Jaring).

Share