Udin Award 2026
Kawan-kawan, AJI kembali menganugerahkan Udin Award pada peringatan hari ulang tahun ke-32. Tahun lalu, dua jurnalis yakni Fransisca Christy Rosana (jurnalis Tempo) dan Safwan Ashari Raharusun (jurnalis Tribun Sorong) menerima penghargaan ini.
Udin Award, diambil dari nama panggilan Fuad Muhammad Syafruddin--jurnalis harian Bernas yang dibunuh pada 16 Agutus 1996 di Yogyakarta. Ia dianiaya orang tak dikenal karena pemberitaan yang ditulisnya pada 13 Agustus 1996. Udin meninggal tiga hari kemudian. Hingga kini kasusnya tidak tuntas diusut.
Melalui Udin Award, AJI ingin memberikan penghargaan kepada jurnalis ataupun kelompok jurnalis yang mendedikasikan diri untuk kerja-kerja jurnalistik, serta menjadi korban kekerasan--baik fisik, psikososial, digital--karena aktivitas jurnalistiknya.
Kriteria Umum:
- Seorang/sekelompok jurnalis yang sudah bekerja di dunia jurnalistik sedikitnya tiga tahun berturut-turut.
- Seorang/sekelompok jurnalis yang teruji dan terbukti memiliki kemampuan profesional.
- Seorang/sekelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan, baik kekerasan fisik, psikososial, maupun digital akibat aktivitas jurnalistiknya.
Kriteria Khusus:
- Seorang/sekelompok jurnalis/lembaga media dan komunitas yang terbukti dan teruji telah mendedikasikan dirinya untuk kerja-kerja jurnalistik;
- Seorang/sekelompok jurnalis/lembaga media dan komunitas yang terbukti dan teruji memiliki komitmen dan integritas moral dalam upaya menegakkan kebebasan pers, demi kebenaran dan keadilan;
- Seseorang/sekelompok jurnalis/lembaga media dan komunitas yang-–terhitung sejak Juni 2025 hingga Mei 2026-–menjadi korban kekerasan, baik fisik maupun psikososial, digital, seksual, dan hukum sebagai akibat mengungkap permasalah sosial yang memiliki signifikansi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Pengajuan usulan nama calon paling lama tanggal 25 Juli 2026.
Form pendaftaran: s.id/Usul-Udin2026
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi surel: sekretariat@ajiindonesia.or.id
- 10 kali dilihat






