Darurat Kekerasan Negara: Menuntut Tanggung Jawab Presiden, DPR, dan Kapolri
Demonstrasi yang tak lain merupakan respons warga atas kebijakan ugal-ugalan DPR dan Pemerintah lagi-lagi ditanggapi negara dengan melibatkan aparat yang bertindak brutal. Tak hanya menembakkan gas air mata, kali ini kendaraan taktis Brimob menabrak dan melindas pengemudi ojek online (ojol). Satu di antaranya tewas.
Tindakan brutal dan penggunaan kekerasan oleh aparat yang bersenjata jauh lebih lengkap dan mematikan tidak hanya melanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi juga menegaskan bahwa pemerintah dan aparat gagal menjaga amanat reformasi, yaitu menjadikan negara yang berpihak pada rakyat. Patut diingat bahwa kekerasan berujung pembunuhan oleh aparat dalam aksi demonstrasi bukan kali pertama terjadi. Dalam 1 tahun terakhir (Juli 2024-Juni 2025) terdapat 55 warga meninggal dunia dengan rincian 10 orang meninggal akibat penyiksaan, 37 orang akibat pembunuhan di luar hukum, dan 8 orang akibat salah tangkap. Beberapa kasus yang menyita perhatian publik di antaranya yaitu pembunuhan anak di bawah umur, yakni Gamma di Semarang, Jawa Tengah, dan Afif Maulana di Padang, Sumatera Barat.
Alih-alih bertransformasi menjadi institusi sipil yang humanis, Polri terus melanggengkan wajah lama yang represif, biadab, dan anti-demokrasi. Kritik publik atas kinerja dan citra polisi tidak pernah dijawab dengan pembenahan, bahkan minim akuntabilitas, termasuk dalam penegakan hukum pidana terhadap anggota polisi yang melakukan pelanggaran. Sangat ironis ketika nyawa warga berjatuhan di tangan aparat dengan menggunakan peralatan berbahan bakar pajak rakyat.
Berulangnya tindakan kekerasan Polri juga menandakan bahwa evaluasi, kontrol, dan akuntabilitas terhadap Polri selama ini hanya omong kosong. Padahal, reformasi Polri adalah cita-cita yang paling diharapkan dalam reformasi pasca-Orde Baru. Tewasnya warga di tangan Polisi tidak bisa dianggap insiden semata, melainkan kejahatan negara yang harus dipertanggungjawabkan dan direspons dengan audit menyeluruh penggunaan kewenangan dan persenjataan Polri.
Kekerasan aparat juga merupakan cerminan sikap pemerintah dalam merespons kritik publik. Presiden sebagai pemegang kendali utama kepolisian tidak bisa berpura-pura tidak tahu. Diamnya pemerintah atas brutalitas Polri selama ini sama dengan sikap memberikan restu. Bahkan, layak dicurigai bahwa kekerasan ini adalah strategi negara membungkam kritik dan seolah tidak menghendaki partisipasi publik dalam urusan tata kelola negara.
Pemerintah dan DPR gagal menunjukkan kepemimpinan demokratis. Ketika kritik muncul sebagai konsekuensi dari kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan umum, pemerintah dan DPR seharusnya menjawab dengan membuka ruang dialog dan transparansi. Sebaliknya, justru terjadi penutupan ruang sipil dan pembungkaman dengan kekerasan aparat.
Oleh karena itu, kami mengecam segala bentuk tindakan represif negara dan mendesak:
- Segera bebaskan seluruh demonstran yang ditahan di seluruh Indonesia. Penahanan tersebut mencederai hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum;
- Presiden segera mendesak Institusi Polri untuk menghentikan seluruh sikap represif dalam menangani demonstrasi
- Kapolri dan Presiden bertanggung jawab penuh, mengadili, dan memproses secara transparan pidana anggota polisi serta pemberi perintah tindakan kekerasan pada massa aksi, bukan sekadar melempar maaf dan mekanisme etik oleh Propam;
- Presiden perlu membentuk tim independen untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua pelaku kekerasan terhadap massa aksi 28 Agustus 2025;
- Kapolri wajib mundur atau Presiden segera mencopot Sigit Listyo Prabowo sebagai Kapolri yang gagal mengubah watak represif Polri;
- Tidak hanya Kapolri, institusi Polri harus dievaluasi dan direformasi secara menyeluruh. Presiden perlu memerintahkan investigasi independen dan transparan atas berbagai pelanggaran, termasuk namun tidak terbatas pada pengamanan aksi demonstrasi, lalu memulai agenda reformasi kepolisian secara sistematis. Sudah saatnya kepolisian dipaksa berubah menjadi lembaga profesional, akuntabel, demokratis, dan jauh dari abuse of power;
- Pimpinan partai politik dan kelembagaan DPR-RI menindak dan memberi sanksi keras pada anggota-anggota DPR-RI yang berlaku tidak patut dan memicu kemarahan rakyat, seperti Ahmad Sahroni, Eko Hendro Purnomo, Adies Kadir, Deddy Sitorus, Nafa Urbach, Surya Utama, Rahayu Saraswati, dan Sigit Purnomo Syamsuddin Said;
- Presiden dan DPR segera penuhi tuntutan demonstran, mulai dari atasi krisis lapangan kerja, batalkan R-KUHAP, hentikan semua program strategis nasional maupun program pemerintah yang merusak lingkungan dan merampas hak hidup masyarakat adat, bahas RUU Perampasan Aset dengan mengedepankan partisipasi publik yang bermakna, hentikan pengelolaan anggaran negara yang bertolak belakang dengan prinsip efektif dan efisien, dan kebijakan pajak yang berkeadilan;
- Pihak militer untuk tidak memasuki ruang sipil dan memanfaatkan situasi untuk merusak kondisi demokrasi lebih jauh;
- Komnas HAM tidak hanya diam dan perlu segera melakukan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran HAM serius extra-judicial killing atau penggunaan kekuatan berlebihan dalam insiden penabrakan pengemudi ojek online oleh kendaraan Brimob saat demonstrasi di Jakarta;
- Komnas HAM harus memantau dan menilai tindakan pemerintah maupun aparat kepolisian yang memberikan kontrol berlebihan atas media sosial selama aksi penyampaian pendapat sebagai pelanggaran terhadap hak atas kebebasan berekspresi, hak memperoleh informasi, dan hak atas partisipasi publik sebagaimana dijamin UUD 1945 dan ICCPR;
- Bubarkan Kementerian HAM, sebab keberadaannya gagal memitigasi pelanggaran-pelanggaran HAM yang justru dilakukan oleh alat-alat negara sendiri.
Sebagai penutup, kami menilai tragedi ini menunjukkan arah berbahaya demokrasi. Tanpa ada perubahan, negara ini bukan lagi negara demokratis, melainkan negara tiran dalam kemasan baru.
Indonesia, 29 Agustus 2025
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)Indonesia Corruption Watch (ICW)
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
Institute for Criminal Justice Reform (ICJR)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya
Indonesia Judicial Research Society (IJRS)
Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI)
Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK)
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
Human Rights Working Group (HRWG)
LBH APIK Jakarta
LBH Padang
Federasi Pelajar (FIJAR)
JAKAMPUS Universitas Terbuka
LBH Keadilan Samawa Rea
AMAN Daerah Sumbawa
Integritas Transparansi Kebijakan (ITK) Sumbawa
Ruang Setara (RASERA) Project
Think Inc Indonesia Legal Office
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)
Badan Eksekutif Mahasiswa IPB University
Akademi Pergerakan IPB
Barikade TANI
FIAN Indonesia
Partai Pembebasan Rakyat (PPR)
Salam 4 Jari
Dialokota
Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR)
Public Virtue Research Institute
Progresip.id, media kelas pekerja
Partai Hijau Indonesia (PHI)
Kolektif Membaca Melawan
Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN)
FIB UI Anti Kekerasan Seksual (FIB ANTIKS)
Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA)
Perkumpulan HuMa Indonesia
Wahana Lingkungan Hidup Jambi
Institute for Human and Ecological Studies (Inhides)
Social Justice Indonesia
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Suara Muda Kelas Pekerja Partai Buruh (SMKP)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung
Enter Nusantara
Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA)
Liga Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi (LMID)
Kelompok Kerja 30 (POKJA30)
Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI)
AMAR Law Firm & Public Interest Law Office (AMAR)
SETARA Institute for Democracy and Peace
Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Komite Aksi Mahasiswa Universitas Hang Tuah Surabaya Pro Demokrasi (Hantu PD)
Logos ID
Marsinah.ID
Pusat Studi Agraria IPB University
Ikatan Alumni FH Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Ikahum Atma Jogja)
Insulinde Sejarah
Lingkar Diskusi Gender (LDG)
Komunitas Alumni Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) Pemuda Bali
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ)
Dirty Vote
Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA)
Parlemen-BEM FTSP Universitas Trisakti
Anti Corruption Committee Sulawesi
Sajogyo Institute
Sadar Setara
Blok Politik Pelajar
Lokataru Foundation
KASTRAD FK UII
Sawit Watch
Indonesia Climate Justice Literacy (ICJL)
Suara Ibu Bandung
Perkumpulan HuMa Indonesia
Yayasan SatuDunia (OneWorld Indonesia)
Perkumpulan Alumni Universitas Hang Tuah Surabaya
Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM) FH Unila
Pusat Kajian Hukum Sriwijaya
Greenpeace Indonesia
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
Extinction Rebellion Indonesia (XR id)
Front Muda Revolusioner (FMR)
LBH AP PP Muhammadiyah
Revolusi Jolly Roger
Migrant CARE
Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah
NIKA JABAR
Judianto Simanjuntak (Pengacara Publik di Public Interest Lawyer Network (Pil-Net) Indonesia)
Cyclekleng (komunitas sepeda Denpasar)
LBH Jentera
Mahasiswa Pascasarjana, Program Studi Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup (PSL), IPB University
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)
Solidaritas Perempuan (SP)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers
Indonesian Center for Environmental Law (ICEL)
Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM)
POJOK FISIP UNILA
IKOHI (Ikatan Kemanusiaan Korban Penghilangan Paksa Indonesia)
Komunitas Taman 65
Yayasan Cahaya Guru
Auriga Nusantara
Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK)
Organisasi Lam Maju Desa Lae Haporas, Kab. Dairi, Sumatera Utara
ARTIKULA HIJAU
Yayasan Tifa
Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA)
Organisasi Harapan Maju, Desa Pandiangan Kab. Dairi, Sumut
Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI)
Transparency International Indonesia
Cangkang Queer
Institut Hubungan Industrial Indonesia
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)
Yayasan Roehana Independen Indonesia
Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI)
Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)
Jaringan Solidaritas Keadilan Korban Kanjuruhan (JSKK)
Serikat Pekerja Kampus (SPK)
Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (BAKUMSU)
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA)
Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI)
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali
Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG)
Forum Aktivis Perempuan Muda Indonesia (FAMM Indonesia)
Arus Pelangi
Lentera Gayatri
Logos ID
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya
Samsara
Save All Women and Girls
Jaringan Perempuan Yogyakarta
Kampoeng Tjibarani Bandung
Perkumpulan Destructive Fishing Watch Indonesia (DFW Indonesia)
Public Interest Lawyer Network (PILNET) Indonesia
Perkumpulan Creata
Yayasan Srikandi Lestari
Sanggar Swara
Satya Bumi
Asia Justice and Rights (AJAR)
Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI)
Kolektif GPTB
Berpuisi dengan Gembira
Koaksi Indonesia
Rumah Pengetahuan Amartya
Berdikari Space
Public Relations Esa Unggul University
Laboratorium Desain Sosial
Public Interest Lawyer Network (Pil-Net) Indonesia
Perkumpulan Ayam Sejahtera Indonesia (PASI)
Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI)
YLBHI – Lembaga Bantuan Hukum Makassar
Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT)
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya
DecodeInsane
The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII)
Suara Kebebasan
Jedakata
Kait Nusantara
Yayasan Srikandi Sejati
Asosiasi LBH APIK Indonesia
Pelangi Khatulistiwa
Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya 2025
Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
Gender Research Student Center (GREAT) UPI
Working Group ICCA Indonesia (WGII)
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)
Trisakti Lawan Tirani
Perkumpulan Suara Kita
Institute for Research and Empowerment (IRE)
Amerika Bergerak
Tim Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) Aceh
LBH APIK Aceh
Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan (KOMPAK)
Indonesia Budget Center (IBC)
IPEMI Kota Malang
Kawan Medis
Animals Don’t Speak Human (ADSH)
Sanubari Sulawesi Utara
Veritas Hukum
Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM)
Constitutional and Administrative Law Society (CALS)
350 Indonesia
Perempuan Mahardhika
Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat Indonesia (IPAS)
Jaringan Akademisi GERAK Perempuan
Yayasan Bahana Rumah Relawan Peduli
Yayasan Penabulu
Communication for Change, Jakarta
Making Foundation, Jakarta
Peduli Aja Dulu (@peduliajadulu)
Perkumpulan Sawit Watch
Koo PURNA
Jerat Kerja Paksa
Jaringan Kerja Gotong Royong
Lingkar Studi Advokat (LSA)
Pegiat Kesehatan Masyarakat (SAFETY)
Combine Resource Institution
Social Movement Institute
Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) Yogyakarta
Beranda Migran
International Migrants Alliance (IMA)
Koordinasi Purna Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI)
Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong
Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Macau
Asosiasi Buruh Migran Indonesia (ATKI) Hong Kong
Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Hong Kong dan Macau
Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR) Hong Kong
Asian Forum for Human Rights and Development (FORUM-ASIA)
Yayasan Srikandi Indonesia
LBH Kesehatan Indonesia
Cakra Wikara Indonesia
PUSHAM UII
- 737 kali dilihat






