Penghargaan Berita Lokal Radio dan Tv dan Diskusi
Tantangan dan Peluang Konten Lokal di TV/Radio
Dan Penghargaan untuk liputan berita lokal TV dan Radio
AJI-TIFA
Latar Belakang
Jaringan TV dan Radio boleh dikata sudah merata di hampir seluruh wilayah Indonesia. Meskipun masih ada beberapa daerah yang blank spot dari penyiaran TV/Radio. Namun kemerataan jaringan penyiaran TV/Radio ini tidak diikuti dengan meratanya isi siaran. Khususnya di TV, kurang lebih 60% siaran berita yang ditayangkan adalah tentang peristiwa-peristiwa di pulau Jawa, khususnya Jakarta. Begitu juga dengan tayangan non berita, setting ceritanya lebih mengangkat budaya metropolitan seperti Jakarta.
Hal tesebut terjadi karena kepemilikan TV/Radio pada umumnya terpusat pada beberapa grup media saja. Di TV, kita bisa sebut MNC Grup , Emtek Grup, Trans Corp adalah konglomerasi media TV di Indonesia. Atau di radio, kita sebut saja Prambors Grup, Sonora Grup, Trijaya Grup. Dan grup-grup konglomerasi media ini umumnya berpusat di Jakarta. Sehingga praktek yang terjadi adalah produksi konten-konten TV (juga radio) dilakukan di Jakarta dan disiarkan ke seluruh Indonesia. Ini memangkas ongkos produksi, lebih murah dan disaksikan jutaan pemirsa.
Dalam UU Penyiaran no 32/2002 sebenarnya diamanatkan setiap stasiun TV bila ingin melakukan siaran ke banyak daerah adalah melakukan sistem siaran berjaringan (SSJ) dan minimal menayangkan konten lokal sebanyak 10%. Namun pada prakteknya, tayangan konten lokal minimal 10% ini seringkali dilanggar. Konten lokal sama sekali tidak ada.
Tahun 2016, menjelang perpanjangan izin 10 TV Swasta, maka beramai-ramai stasiun TV menayangkan konten lokal untuk memenuhi ketentuan 10%. Sayang sekali batasan konten lokal ini masih longgar. Seringkali tayangan yang ada memang bercerita tentang lokalitas, tetapi produksinya dilakukan oleh kru dari Jakarta. Lalu konten-konten lokal ini ditayangkan di dini hari, di saat-saat bukan prime time atau tidak banyak penonton.
Kondisi yang mirip terjadi di radio. Meskipun di radio, berita-berita yang dibacakan penyiar adalah peristiwa lokal (karena membaca dari koran lokal), tetapi isi siaran yang lain umumnya dari Jakarta. Mulai dari gaya bicara , lagu-lagu yang diputar, hingga infotainment, seputar gaya hidup metropolitan Jakarta.
Kondisi di atas yang kemudian membuat konten lokal tidak berkembang. Peristiwa lokal, budaya seni lokal, inovasi maupun isu-isu lokal menjadi termarjinalkan, Warga di suatu daerah, lebih tahu kejadian-kejadian di Jakarta, gaya hidup metropolitan, dibandingkan informasi lokal, apalagi budaya lokal. Sehingga terjadi keterasingan seseorang dengan lingkungan sekitarnya.
Hal ini lah yang melatar belakangi AJI dan Yayasan TIFA untuk mengadakan kompetisi berita lokal untuk liputan Televisi dan Radio. Diharapkan melalui kompetisi semacam ini, makin banyak jurnalis dan media yang meberitakan informasi yang dekat dengan masyarakat, sesuai dengan kebutuhan public dan lebih dekat dengan khalayak yang menerima informasi tersebut.
Untuk menutup lomba ini, AJI dan TIFA akan mengadakan diskusi bertema “Tantangan dan Peluang Konten Lokal di TV/Radio”, kemudian diikuti dengan pengumuman pemenang dari Penghargaan untuk liputan berita lokal dari TV dan Radio.
Tujuan Diskusi
- Mengupas permasalahan produksi konten lokal di TV/Radio
- Mendapatkan terobosan-terobosan, agar konten lokal penyiaran dapat berkembang
Narasumber Diskusi
- Citra Dyah Prastuti (KBR)
- Ponco Wijaya (Net.TV)
- Komisi Penyiaran Indonesia
- Drs. Embu Hendriquez, MSi (Dosen Unika Atma Jaya)
- Revolusi Riza (CNN Indonesia/AJI)
Moderator
Dandy Koswaraputra (AJI)
Waktu
Hari/Tanggal : Rabu, 12 Oktober 2016
Pukul : 12.00 - 15.00 WIB (diawali makan siang)
Tempat : Universitas Atmajaya, Gedung Yustinus lantai 14, Jl. Jendral Sudirman no. 51, Jakarta
Agenda Acara
12.00 – 13.00 Registrasi
Makan Siang
13.00 – 13.15 Pembukaan MC
Pengantar Ketua Umum AJI Indonesia, Suwarjono
Sambutan Yayasan TIFA
Sambutan Atmajaya
13.15 – 14.15 Diskusi “Tantangan dan Peluang Konten Lokal di TV/Radio”
14.15 – 15.00 Pengumuman Nominasi dan Pemenang “Penghargaan untuk liputan berita lokal dari TV
dan Radio”
15.00 – 15.10 Penutup
- 17 kali dilihat





