Graduation Banking Journalist Academy (BJA) 2014
JAKARTA – Sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para jurnalis muda di Indonesia, PermataBank bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali menyelenggarakan program Banking Journalist Academy (BJA) pada bulan Februari – Maret 2014 untuk yang kedua kalinya.
Program beasiswa pendidikan yang dikembangkan secara berkesinambungan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman para jurnalis terhadap dunia ekonomi dan perbankan, utamanya dari aspek bisnis, operasional dan resiko serta mendorong tumbuhnya liputan media yang berkualitas dan mendalam terkait dengan isu-isu ekonomi dan perbankan.
Leila Djafaar, Executive Vice President, Head Corporate Affairs PermataBank mengatakan, “Sebagaimana diketahui Asean Free Trade Area (AFTA) dan Asean Economic Community (AEC) 2015 sudah di depan mata. Implikasi terhadap hal tersebut tidak hanya disisi bisnis semata, namun juga disisi informasi dimana derasnya arus informasi tidak lagi memiliki sekat-sekat wilayah dan dimensi waktu. Cepat atau lambat para jurnalis dari negara-negara ASEAN akan datang ke Indonesia dan bersaing dengan para jurnalis setempat. Dinamika eksternal ini tentu memberikan tantangan tersendiri, disamping publik yang saat ini kian kritis terhadap akuntabilitas dan transparansi. Oleh karena itu pengembangan dan peningkatan kualitas jurnalis di Indonesia menjadi hal yang menjadi perhatian kami di PermataBank mengingat media menjadi salah satu pemangku kepentingan kami.”
“Kepedulian kami ini rupanya dapat terwujud melalui program BJA, bermitra dengan AJI Indonesia. Sebagai organisasi jurnalis terkemuka, AJI dikenal akan reputasi independensinya sehingga AJI sangat selektif dalam memilih mitra kerjanya. Pandangan yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para jurnalis muda Indonesia, khususnya jurnalis di bidang Ekonomi dan Perbankan, menjadi landasan yang kuat untuk mengembangkan program ini secara berkesinambungan. Terlebih dengan latar belakang yang beragam dan tidak cukupnya para Jurnalis di media tempatnya bekerja mendapatkan pembekalan pelatihan serta perputaran yang begitu cepat menjadikan program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para jurnalis yang handal di kedua bidang tersebut.”
Sementara itu Eko Maryadi, Ketua AJI Indonesia menjelaskan, "Dalam industri media yang ditandai persaingan kredibilitas pemberitaan antar kantor media, jurnalis wajib meningkatkan kapasitas dan kemampuan reportasenya dalam isu ekonomi dan isu- isu lainnya. Masalah perbankan, moneter, fiskal, pajak, investasi, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, adalah pengetahuan khusus yang harus dikuasai jurnalis, agar menghasilkan laporan jurnalistik yang akurat, dipercaya publik."
Sebagai organisasi profesi yang memperjuangkan etika dan kompetensi jurnalis, lanjut Eko Maryadi, AJI berkepentingan ikut meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalis Indonesia.
“Banking Journalists Academy (BJA) kerjasama AJI-PermataBank adalah upaya konkret peningkatan kapasitas jurnalis, khususnya desk ekonomi dan keuangan. Saat ini BJA masih fokus di ibukota. Selama delapan minggu, jurnalis mendalami isu perbankan, termasuk bagaimana meliput dan melaporkannya di media,” ujar Eko.
Melalui proses seleksi yang ketat 18 Jurnalis dari media seperti BBC Indonesia, Bisnis Indonesia, Bloomberg TV Indonesia, Investor Daily, Indonesia Finance Today, Kompas, KompasTV, Koran Sindo, KONTAN, Majalah Fortune Indonesia, HAI Magazine, merdeka.com, Okezone.com, Suara Pembaruan dan VIVA.co.id tercatat sebagai peserta. Kelas berlangsung selama periode Februari – Maret 2014, dua kali dalam seminggu dimana 17 peserta yang akhirnya berhasil lolos hingga akhir program.
Salah satu daya tarik dari program ini adalah kelengkapan materi pendidikan yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya, baik pengetahuan ekonomi dan perbankan, materi reportase investigatif serta teknik pengembangan liputan yang mendalam, menarik dan kreatif yang dapat mengkayakan kualitas para jurnalis muda Indonesia.
Beberapa materi yang disampaikan, diantaranya adalah Ekonomi Makro oleh DR A. Tony Prasetiantono – Komisaris Independen PermataBank, yang juga Dosen Senior di UGM dan Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, kemudian materi-materi perbankan lainnya, seperti: Bankingin General, Financial Literacy, Corporate Banking, Business Consumer Bankingdan Sharia Bankingyang dipaparkan oleh para Senior Manajemen PermataBank.
Program ini juga menyediakan sesi khusus Reportase Investigatif bersama Arif Zulkifli – Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Majalah TEMPO. Bertindak sebagai Kepala Sekolah para program BJA yaitu Hasudungan Sirait, didukung oleh Feby Siahaan. Keduanya merupakan mantan jurnalis media terkemuka di Indonesia.
Diakhir program para jurnalis muda tersebut mempresentasikan karya jurnalistiknya yang sudah ditopang oleh riset yang mendalam, tidak saja dihadapan mentor namun juga didepan para koleganya. Sebagai apresiasi terhadap hasil kerja keras yang telah dilakukan - mengingat mereka harus menyelesaikan tugas akhir di sela-sela tugas liputan yang tidak dapat ditinggalkan, PermataBank dan AJI Indonesia menyelenggarakan Malam Apresiasi yang dihadiri oleh Roy Arfandi – Plt Direktur Utama PermataBank, Retno Ici - Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Leila Djafaar – EVP, Head Corporate Affairs PermataBank, Eko Maryadi – Ketua AJI Indonesia, V. Raman Narayanan – Asean Affairs & Govt Relations Air Asia, para Redaktur Senior Media, Mentor, para jurnalis, praktisi Komunikasi dan tamu undangan lainnya.
Agustinus Handoko – KOMPAS, Christine Franciska – BBC Indonesia dan Rivki Maulana - Indonesia Finance Today terpilih sebagai Three Best Student of Banking Journalist Academy sedangkan Dessy Rosalina Pasaribu – Harian KONTAN dan Galih Kurniawan – Bisnis Indonesia terpilih sebagai Runner -Up.
- 11 kali dilihat






