Webinar #1: Banyak Bencana: Apakah Indonesia negeri yang dikutuk Tuhan?
Dalam pemberitaan terkait bencana, jurnalisme memiliki peran mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan: bagaimana menghindari bencana, memahami potensi kerawanan tempat yang ditinggali, bersikap bijak terhadap alam, dan seterusnya. Sayangnya, alih-alih mengedukasi publik, media kerap menampilkan angle pemberitaan yang tidak mendidik yang mengaitkan bencana dengan perilaku saleh beragama. Misalnya, peristiwa gempa palu dikaitkan dengan kelompok LGBT atau sejumlah bencana lain dikaitkan dengan dosa-dosa masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
Faktanya, secara geografis Indonesia adalah negeri rawan bencana karena berada di antara tumbukan tiga lempeng benua dan jajaran gunung api. Sesaleh apapun masyarakat yang tinggal di pesisir barat Sumatera tidak akan meniadakan gempa di wilayah itu karena pesisir barat sumatera merupakan pertemuan lempeng India-Australia dan Eurasia. Sebaliknya, kekurang salehan masyarakat Kalimantan tidak akan mendatangkan gempa karena tidak ada tubrukan lempeng di daratan Kalimantan.
Tentu saja ada bencana yang disebabkan oleh faktor manusia. Tapi itu bukan tentang kesalehan melainkan perilaku manusia terhadap alam: alih fungsi hutan, lahan, illegal logging, dll.
Stop mengaitkan bencana alam dengan azab Tuhan. Edukasi publik dengan informasi yang benar sehingga masyarakat Indonesia bisa hidup aman berdampingan dengan bencana yang secara geografis tidak mungkin dihindarkan.
- 17 kali dilihat





