Diskusi Online "Nasib Pekerja Lepas Media di Masa Pandemi"
Ketidakpastian pandemi Covid-19 mendera seluruh lini pekerja industri media dan kreatif. Freelancer atau pekerja lepas adalah salah satu kategori yang kondisinya kian rentan.
Memang tak semua pekerja lepas terdampak, ada yang mengaku kondisinya baik-baik saja selama wabah. Ia tetap menerima pekerjaan, terikat kontrak untuk waktu tertentu, dan menjalankan peliputan. Tapi sayangnya, yang kena impak dan tak punya privilege semacam itu, jumlahnya lebih banyak.
Survei Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) pada 2019 mendapati, pekerja lepas memiliki waktu istirahat lebih sedikit lantaran secara konsisten bekerja melebihi jam kerja standar. Sebagian responden tidak menandatangani kontrak kerja atau perjanjian kerja yang jelas untuk menjamin status serta hak sebagai pekerja.
Kondisi itu kian berisiko ketika memasuki pandemi virus corona yang seba tak pasti. Pada Maret dan April 2020, SINDIKASI kembali melakukan survei untuk meneliti dampak Covid-19. Dari total 139 responden, sebanyak 79 persen di antaranya adalah pekerja lepas. Banyak pekerja lepas melaporkan bahwa pekerjaan atau kontrak mereka dibatalkan, terutama yang mengharuskan pertemuan dengan klien secara langsung.
- 27 kali dilihat





