Lima Jurnalis Lampung Raih Beasiswa Liputan JKN
Lima orang jurnalis Lampung berhasil meraih beasiswa liputan masing-masing sebesar Rp1,5 juta. Kelimanya unggul di antara 26 peserta yang mengikuti kompetisi pembuatan theme of reference (TOR) atau rencana liputan bertema jaminan kesehatan nasional (JKN).
Kelima orang pemenang tersebut adalah Agusta Hidayatullah (LKBN Antara Lampung), Agus Susanto (Lampung Post), Kartika Amalia Ekayanti (Lampung Newspaper), Gatot Arifianto (LKBN Antara Lampung), dan Reny Fitriani (Tribun Lampung).
Kompetisi pembuatan rencana liputan tersebut merupakan bagian dari Workshop Bagaimana Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Bekerja. Acara yang berlangsung di Hotel Sheraton Bandar Lampung pada Jumat (25/4/2014) hingga Sabtu (26/4/2014), merupakan kerja sama antara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan Friedrich Ebert Stiftung (FES) dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Serta, AJI Bandar Lampung sebagai pelaksana kegiatan di tingkat lokal.
Workshop menghadirkan pembicara lokal, yaitu Kasi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Aries Aviantono, Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Bandar Lampung Ratu Syarifah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandar Lampung Rhinaldy, dan Kepala Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Lampung Dr Dedy Hermawan. Sementara, pembicara nasional adalah Anggota DJSN Adang Sentiana dan Djoko Sungkono serta Anggota Konsultan Kesehatan Martabat, Asih Eka Putri.
Seluruh pembicara tersebut mengisi sesi pendalaman isu yang berlangsung pada hari pertama. Sedangkan pada hari kedua, kegiatan workshop berupa sesi jurnalistik terkait pembuatan rencana liputan. Sesi tersebut diisi oleh Redaktur Senior LKBN Antara Lampung Budisantoso Budiman.
Ketua AJI Bandar Lampung Yoso Muliawan mengungkapkan, jurnalis di Lampung tampak antusias untuk mengikuti workshop tersebut. Hal itu tampak dari jumlah pendaftar yang mencapai 40 orang jurnalis.
”Bahkan ketika pendaftaran sudah ditutup, masih ada beberapa jurnalis yang menghubungi kami supaya bisa ikut workshop tersebut. Tetapi karena kuota yang terbatas, kami terpaksa melakukan eliminasi,” ungkap Yoso.
Pelaksanaan eliminasi dilakukan melalui penelaahan ide liputan yang dicantumkan peserta dalam formulir pendaftaran. Yoso menuturkan, pemilahan tersebut guna mendapatkan peserta workshop yang telah memiliki dasar terkait isu JKN.
Para peserta workshop berasal dari berbagai media cetak di Lampung, yakni Lampung Post, Tribun Lampung, Editor, Kupas Tuntas, Lampung Newspaper, Koridor, Lampung Ekspres, dan Swara Lampung. Ada juga LKBN Antara Lampung dan Saibumi.com untuk media siber. Pada media televisi, peserta berasal dari Lampung TV dan Siger TV. Sementara, pada media radio, peserta berasal dari RRI Bandar Lampung.
Adang Sentiana mengatakan, peserta Workshop Bagaimana BPJS Bekerja di Bandar Lampung sangat dinamis dan menguasai isu. Hal tersebut terlihat pada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan selama sesi pendalaman isu.
”Peserta sudah memahami isu. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan sangat teknis dan lebih mendalam,” tutur Adang pada sela-sela workshop.
Salah seorang peraih beasiswa, Gatot Arifianto berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada tataran workshop. "Bisa juga ada semacam shortcourse untuk lebih mendalami isu-isu terkait JKN," terang Gatot.
- 7 kali dilihat



