x

Siaran Pers Peluncuran Buku Pangan Lokal untuk Adaptasi Perubahan Iklim

Pada hari Minggu, 4 Mei 2014, bertempat di ruang seminar Assembly Hall JICC Jakarta, AJI Indonesia dengan dukungan OXAM, menyelenggarakan diskusi dan peluncuran buku berjudul "Pangan Lokal Adaptasi untuk Perubahan Iklim" Peluncuran buku ini bersamaan dengan kegiatan 4th Indonesia Change atau expo Perubahan Iklim yang berlangsung dari tanggal 1 sampai 4 Mei 2014 di tempat yang sama.
 
Tampil sebagai narasumber di diskusi buku adalah Christopel Paino, salah satu jurnalis dari Gorontalo yang karyanya ada di buku ini, lalu Riza Primadi, jurnalis senior dan Sri Sulihanti, Kepala Pusat Penganekaraman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Kementerian Pertanian.  Christopel Paino menceritakan bagaimana ekspansi perkebunan sawit di Gorontalo, sementara tanaman ini adalah asing buat petani lokal. Riza Primadi menjelaskan bahwa isu Perubahan Iklim diangkat media baru sebatas dampaknya. Apalagi soal pangan lokal masih sangat minim. Riza Primadi kemudian memberikan tips bagaimana sebaiknya media mengangkat isu pangan lokal lewat angle yang menarik. Sementara Sri Sulihanti memaparkan rencana aksi yang disusun pemerintah untuk pangan lokal.
 
Pada diskusi ini , audiens dan narasumber sepakat bahwa ada kekeliruan kebijakan pemerintah di masa lalu, bagaimana beras dijadikan komoditi utama, sampai menghilangkan keberadaan pangan lokal. Maka menyadari hal ini, pemerintah sekarang sudah berbalik arah dengan kampanye lebih memperhatikan pangan lokal. Sementara di media dan para jurnalis, kesadaran dan wawasan untuk memberitakan pangan lokal masih perlu ditingkatkan agar masyarakat pun peduli.
 
Buku ini adalah kumpulan karya jurnalistik rekan rekan jurnalis dari Indonesia Timur, khususnya dari kota Gorontalo dan Kupang. Karya jurnalistik ini merupakan tindak lanjut dari workshop dan journalist champ yang dilakukan pada bulan Februari Maret 2014.  Ada 27 karya jurnalistik yang terangkum di buku ini, baik berupa tulisan di media cetak/online dan skrip naskah radio. Topik-topik yang diangkat beragam, mulai dari masalah perubahan iklim yang mengubah pola tanam, alih fungsi lahan pertanian, buah lokal yang kalah bersaing dengan buah impor, menghilangnya varietas lokal, inovasi olahan hasil pertanian, sampai dampak masuknya agribisnis besar terhadap petani lokal.
 
Membaca buku ini, terungkap masalah-masalah pangan lokal di Gorontalo dan Kupang, yang jarang dimuat di media massa. Isu pangan, terlebih lagi pangan lokal, masih isu minor di media massa. AJI Indonesia bersama OXFAM berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas dan wawasan para jurnalis agar mengangkat isu-isu pangan lokal sebagai arus utama di media massa.
Share