Literasi Keuangan
Banyak jurnalis menghindar saat diberi penugasan meliput isu ekonomi perbankan. Sebagian jurnalis beralasan, isu perbankan adalah bidang liputan yang sulit, butuh pengetahuan memadai, penuh dengan jargon, angka-angka dan harus paham isu terkini. Selain kerumitan materi liputan, kesulitan berikutnya adalah menyajikan hasil liputan dengan akurat dan menarik.
Minat jurnalis baru untuk meliput isu ini juga minim. Jarang ditemukan, seorang calon jurnalis melamar untuk menjadi jurnalis ekonomi perbankan. Sebagian besar pelamar menunjukkan ketertarikan meliput isu politik, peristiwa, budaya satra, hukum, gaya hidup maupun olahraga.
Akibat sejak rekruitmen tidak ada calon jurnalis yang mempunyai pengetahuan memadai dalam isu perbankan, peliputan bidang ini diisi oleh para jurnalis umum yang tidak mempunyai latarbelakang pengetahuan cukup. Hasil liputan pas bandrol, bahkan cenderung kurang lengkap hingga sering tidak akurat. Apalagi, banyak diantara para jurnalis baru ini tidak mempunyai latar belakang pendidikan ekonomi. Lengkap sudah. Alih-alih jurnalis bisa memberikan pencerahan, hasil liputan lengkap, atau mendalam, namun sebaliknya menyajikan informasi yang jauh dari layak.
Kebutuhan jurnalis yang berkualitas dan profesional dalam peliputan isu ekonomi perbankan ini, AJI Indonesia bekerjasama dengan Permata Bank dan Kedutaan Besar 6 | LITERASI KEUANGAN Australia menggelar workshop Banking Journalist Academy atau BJA. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 lalu, puluhan jurnalis telah mengikuti program ini. Hingga tahun 2016, atau tahun keempat program BJA, program ini memperoleh sambutan postif dari para jurnalis hingga pimpinan media. BJA juga dinilai berhasil mengisi kekosongan pelatihan jurnalistik tema ekonomi perbankan yang selama ini tidak ada yang menggarapnya.
Selama 3 bulan, 17 jurnalis mengikuti kelas yang berlangsung dua kali dalam seminggu. Peserta yang rata-rata mempunyai masa kerja 2-5 tahun ini mendapat bekal terkait ekonomi perbankan maupun terkait ilmu jurnalistik. Tren ekonomi global, seluk beluk perbankan di Indonesia, literasi keuangan, kebijakan moneter dan penerapan, membaca laporan keuangan hingga isu terkait jurnalistik seperti perencanaan, pencarian tema, menggali liputan isu ekonomi perbankan, reportase mendalam, teknik penulisan hingga kode etik. Harapan, diakhir workshop adalah jurnalis berkualitas, mampu memahami dan analisa mendalam, komprehensif dan berimbang.
Pada akhir program, peserta diwajibkan membuat tugas akhir berupa tulisan mendalam atau indepth reporting. Dari seluruh liputan yang masuk, penyelenggara memilih 3 karya terbaik. Pemilihan karya tulis terbaik program BJA ini dimaksudkan untuk memotivasi peserta sekaligus memberi kontribusi kepada dunia jurnalistik tanah air terkait isu perbankan. Semua karya dikompilasikan dalam buku ini.
- 58 kali dilihat





