x

Diskusi "Menuju Liputan Lebih Baik, Kesetaraan Gender, dan Keamanan pada Era Digital"

Term of Refference (TOR)

KEMBANGKAN DUNIA JURNALISTIK! MELALUI REPORTASI YANG LEBIH BAIK, KESETARAAN GENDER DAN KEAMANAN MEDIA DI ERA DIGITAL

AJI Indonesia – Dewan Pers – UNESCO

 

Hari/Tanggal     : Senin, 18 Mei 2015

Waktu             : 09.00 – 12.30 WIB

Tempat           : Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32-34, Jakarta 10110

 

Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day (WPFD) yang diperingati setiap tanggal 3 Mei, merupakan peringatan prinsip-prinsip dasar dalam kebebasan pers.

Acara ini juga momentum untuk mengevaluasi kebebasan pers di seluruh dunia, untuk melindungi independensi media dan memberikan penghormatan pada para jurnalis yang kehilangan nyawa mereka saat menjalankan profesinya.

Lebih dari 100 perayaan diadakan setiap tahun di tiap negara untuk memperingati hari ini. UNESCO memimpin perayaan ini secara internasional dengan mengidentifikasi tema global dan menyelenggarakan kegiatan utama di beberapa tempat di dunia ini setiap tahun.

Tema WPFD 2015 adalah "Let Journalism Thrive! Towards Better Reporting, Gender Equality, and Safety in the Digital Age" atau “Kembangkan dunia jurnalistik! Melalui reportase yang lebih baik, kesetaraan gender dan keamanan media di era digital,” meliputi tiga isu yang saling terkait:

  • Jurnalisme yang bebas dan independen serta liputan berkualitas dalam konteks era digital. Subyek ini meliputi bagaimana pengaruh konsentrasi media pada peran media, isu aturan kepemilikan, tantangan jurnalisme investigasi, penyebaran kebencian dan media serta literasi informasi.
  • Isu perempuan dalam manajemen media dan penggambaran perempuan dalam media
  • Keamanan jurnalis, termasuk jurnalis yang ada di daerah liputan berbahaya, dan perlindungan terhadap sumber jurnalis dalam ranah karya jurnalistik di media digital.

Tahun ini, pusat peringatan WPFD 2015 yang dilakukan di Riga, Latvia merupakan agenda resmi yang masuk dalam Kepresidenan Latvia, Uni Eropa. Agenda internasional kali ini akan mengumpulkan masyarakat dari seluruh dunia, termasuk delegasi besar dari Indonesia, untuk merayakan hari ini sekaligus berpartisipasi dalam workshop, training, dan sesi panel untuk tema yang terpilih.

Yang terpenting, Pemerintah Indonesia secara resmi setuju untuk menjadi tuan rumah bersama UNESCO, untuk Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia pada tahun 2017.

Tujuan:

  • Memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia 2015 di Indonesia
  • Mengumumkan rencana Indonesia bekerjasama dengan UNESCO sebagai tuan rumah peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2017
  • Berbagi dan mendiskusikan tentang ‘Menuju Liputan Lebih Baik, Kesetaraan Gender, dan Keamanan pada Era Digital’
  • Melaunching publikasi “Media in Support of Sustainable Development and a Culture of Peace” yang dihasilkan dari Global Media Forum (GMF) 2014 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia dan UNESCO di Bali, Indonesia.

Agenda

 

09.00-09.30

Registrasi (Coffee dan Snack)

09.30-09.45

Sambutan:

  • Dewan Pers
  • AJI (Aliansi Jurnalis Independen)
  • UNESCO

 

 

09.45-10.15

Keynote Speech dari Freddy Tulung, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia:

  • Outline maksud dan tujuan WPFD, informasi tentang tuan rumah WPFD, dan UNESCO/penghargaan Guillermo Cano World Press Freedom 2017
  • Launching publikasi “Media in Support of Sustainable Development and a Culture of Peace”

10.15 – 11.00

Sesi I,

Diskusi panel kontibutor laporan dan langkah lanjutan

Endy Bayuni, Harry Surjadi, Uni Lubis

11.00 – 12.30

Sesi 2,

Diskusi Panel, ‘Menuju Liputan Lebih Baik, Kesetaraan Gender, dan Keamanan pada Era Digital’

  • Laporan dari delegasi Indonesia dalam WPFD 2015 di Riga, Latvia dan Menuju Liputan Lebih Baik oleh Ninok Leksono (Dewan Pers)
  • Kesetaraan Gender oleh Mariana Amiruddin (Komisi Nasional Perempuan)
  • Keamanan di Era Digital oleh Yanuar Nugroho

12.30 – 13.30

Makan Siang

Share