Journalist Sharing and Discussion tentang Green Economy
Pembangunan koridor ekonomi di Indonesia dilakukan berdasarkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Tema pembangunan masing-masing koridor ekonomi dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Koridor Ekonomi Kalimantan memiliki tema pembangunan sebagai “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang & Lumbung Energi Nasional”;
Dalam Perpres No 3 Tahun 2012 tentang Tata Ruang Pulau Kalimantan mengisyaratkan sedikitnya 45% dari Pulau Kalimantan harus digunakan sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan kawasan hutan lindung bervegetasi basah. Hal itu merupakan upaya mewujudkan komitmen Indonesia untuk menurunkan gas rumah kaca secara sukarela sebesar 26% pada 2020 (RAN Gas Rumah Kaca). Sejalan dengan itu Pulau Kalimantan dijadikan sebagai Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang dan Lumbung Energi Nasional. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan pertambangan di darat selalu “menggangu” keseimbangan dari kelestarian alam (kawasan konservasi/kehutanan). Tidaklah mudah untuk menyinergikan kepentingan pembangunan ekonomi yang tentunya memerlukan lahan dalam meningkatkan investasi, sementara dalam waktu yang sama langkah-langkah konservasi harus dilakukan.
Selama ini pembangunan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, namun tidak diiringi dengan nilai susutnya sumber daya alam (deplesi) dan rusak/tercemarnya lingkungan (degradasi). Oleh karena itu, pemerintah terus berusaha menerapakan pembangunan ekonomi di Pulau Kalimantan sejalan dengan komitmen untuk melestarikan lingkungan (pembangunan berkelanjutan). Memperhatikan RPJM th 2014 – 2019 dalam rangka membangun pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan diperlukan penerapan konsep pembangunan yang menghasilkan pertumbuhan dan menjamin kesejahteraan masyarakat serta mencegah terjadinya penurunan fungsi dan kualitas ekologis. Konsep ini biasa dikenal dengan pembangunan ekonomi “hijau” (Ekonomi Hijau).
Dalam pelaksanaan Ekonomi Hijau dilakukan kerja sama antar pihak supaya yang dicita-citakan dalam visi dan misi dapat mudah dicapai. Kerja sama secara intensif dengan Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Ekonomi adalah salah satu cara. Hal ini dilakukan untuk memudahkan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang punya kepentingan, seperti dengan pelaku bisnis, donor. NGOs dan masyarakat lokal di mana mereka tinggal di kawasan jantung Kalimantan.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerjasama dengan WWF Indonesia akan menyelenggarakan Journalist Sharing and Discussion tentang Green Economy (Ekonomi Hijau). Diskusi ini bertujuan agar kalangan Jurnalis dan media dapat bertemu dan memaparkan perspektifnya mengenai isu dan menjadi input bagi advokasi media atas isu Ekonomi Hijau. Bagaimana isu ini agar bisa menarik newsroom terlibat di dalamnya, ikut dalam mengampayekan Ekonomi Hijau sebagai kegiatan perekonomian yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial di satu sisi, tetapi di sisi lain juga mampu menghilangkan dampak negatif pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan Sumber Daya Alam.
Hari/Tanggal : Selasa/14 Juni 2016
Waktu : Pkl.15.30 – 18.00 WIB
Tempat : Kedai Tjikini
Jl. Cikini Raya No. 17, Jakarta Pusat
Narasumber :
- Joko Tri Haryanto (Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI)
- Heru Hendratmoko (Staf Khusus Kemenko Perekonomian)
- Pietra Widiadi (Green/Blue Economic Strategic Leader, WWF Indonesia)
- 8 kali dilihat





