x

Perempuan, Keadilan Pangan, dan Media

Perempuan punya peran penting menjaga kemandirian pangan. Mereka tidak hanya menjaga agar kebutuhan pangan terdistribusi sempurna tapi juga terproduksi dan mencukupi. 

 

Pada banyak sektor seperti pertanian, perikanan bahkan industri, perempuan menjadi tulang punggung agar kemandirian pangan terwujud. Tapi keberadaan mereka sering pula disepelekan dengan upah rendah dan hak-hak yang tidak terpenuhi.

 

Isu tentang kerja keras perempuan membangun kemandirian pangan, dan memperjuangkan hak-haknya belum menjadi perhatian utama. Tidak hanya bagi  pemerintah tapi juga media.

 

Sementara itu media masih cenderung menempatkan perempuan sebagai objek pemberitaan dengan mencari sisi sensasional belaka. Pengabaian hak-hak perempuan di sektor ekonomi, politik, misalnya banyak diabaikan karena dianggap bukan isu seksi. Terutama perempuan dalam perannya sebagai produsen pangan, masih jauh dari perhatian media.

 

Dari masalah pangan sendiri, sebagian besar jurnalis masih berkutat pada isu komoditas pangan, seperti ketersediaan, harga, dan akses. Isu dibalik itu, seperti alih fungsi lahan, hak perempuan sebagai produsen pangan, diversifikasi pangan, maupun kebijakan pangan yang merugikan masyarakat, belum banyak tersentuh oleh media.

 

Sejalan dengan ini, AJI bekerjasama dengan OXFAM kembali menyelenggarakan GROW Award 2017. Penghargaan ini telah diadakan selama dua tahun berturut-turut dan tahun ini menjadi tahun ketiga. Salah satu tujuan diadalakannya GROW Award adalah meningkatkan kesadaran jurnalis dan media dalam mengangkat isu-isu keadilan pangan, yang mencakup juga perempuan dalam kerangka keadilan pangan tersebut.

 

Sebagai salah satu rangkaian GROW Award 2017, AJI dan OXFAM akan mengadakan diskusi tematik dengan tema “Perempuan, Keadilan Pangan, dan Media”, sebagai bentuk peningkatan kapasitas yang sejalur dengan kampanye isu keadilan pangan di Media. Diskusi ini juga untuk  memotret realitas ketimpangan yang disebutkan di atas dan mencari solusi agar hak-hak perempuan terakomodir. Diharapkan kedepan akan muncul lebih banyak lagi jurnalis pemerhati isu ini yang menjadi agent of change untuk kampanye kepada publik yang lebih baik lagi.

 

Share