x

Workshop untuk Serikat Pekerja Media

Workshop untukSerikat Pekerja Media

“Bergerak dan Bersatu, Menjemput Keadilan untuk Kemerdekaan Pers”

 

Kemerdekaan pers telah dijamin dalam Undang-undang. Untuk mewujudkannya, maka perlu dibentuk hubungan industrial yang sehat dan adil bagi para pelakunya. Ini juga penting demi terwujudnya insan pers yang profesional, dan independen.

Sayangnya, kemerdekaan pers hari ini belum diikuti hubungan industrial yang berkeadilan. Hari-hari ini, masih sering kita dengar pekerja media yang bekerja dalam kondisi lingkungan kerja yang kurang memadai. Misalnya upah yang tidak layak, tidak adanya jaminan sosial dan lainnya.

Kondisi lingkungan kerja yang kurang berkeadilan ini dikhawatirkan dapat menimbulkan pembusukan dalam dunia pers. Seperti yang masih kita dengar, marak jurnalis yang menerima ”amplop” demi ”menyambung hidup”, bahkan dalam kondisi ekstrem melakukan pemerasan terhadap pihak-pihak tertentu, maupun pelanggaran-pelanggaran etika dan profesional, khususnya pada jurnalis.

Di sisi lain, kita ketahui, pengusaha dalam bidang pers hidup dalam kecukupan, setidaknya untuk tak menyebut kaya-raya. Bahkan “kerajaan” bisnisnya menggurita ke seantero negeri. Sebagian lagi masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia, berdampingan dengan miliarder di bidang-bidang lainnya. Suatu ironi dari dunia yang timpang.

Bila dibiarkan, kondisi ini akan sangat berbahaya bagi masa depan kemerdekaan pers. Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya agar luka dalam dunia pers tidak segera membusuk. Maka, posisi tawar pekerja harus ditingkatkan terhadap derasnya arus modal. Salah satunya adalah menghimpun para pekerja media dalam satu barisan: serikat pekerja!

Bali sebagai salah satu provinsi di Indonesia dikenal dengan derasnya arus modal di bidang pariwisata. Sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali selalu menjadi magnet bagi masyarakat dunia atau nusantara mendapatkan informasi. Maka, terelakan lagi, usaha pers tumbuh subur. Sebagian dari usaha pers ini bahkan adalah anak perusahaan pers nasional yang menggurita di Indonesia, dan ada pula pers nasional bermodal lokal Bali. Sayangnya, sampai hari ini, tidak ada satu pun serikat pekerja yang bediri dalam  perusahaan pers di Bali. Kondisi yang tak jauh berbeda dengan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tentunya.

Hasil survey Aliansi Jurnalis Independen (AJI) terhadap para jurnalis di beberapa kota di Indonesia, dalam beberapa tahun lalu, menunjukkan kesimpulan bahwa wacana pembangunan serikat pekerja media disambut baik para jurnalis. Namun, kehendak untuk berserikat itu tak kunjung menjadi tindakan konkret. Karena, masih menurut survey AJI, mereka (jurnalis/ pekerja media) masih bersikap menunggu, dan bertumpu pada pionner. Untuk itu, diperlukan sebuah kegiatan yang terencana, untuk menyiapkan para pionner yang siap menjadi garda terdepan dalam pembangunan serikat pekerja media.

Untuk itulah AJI (Aliansi Jurnalis Independen), FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Media Independen) menyelenggarakan workshop yang ditujukan kepada para pekerja media untuk mempelajari seluk-beluk, dan cara membangun strategi yang efektif dalam pendirian serikat pekerja media.

 

Tujuan

  1. Meningkatkan pemahaman pekerja media terhadap isu-isu yang penting bagi kalangan pekerja media;
  2. Meningkatkan kapasitas pekerja media dalam membangun strategi yang efektif dalam mendirikan serikat pekerja;
  3. Membuat simulasi membangun strategi taktik untuk memenangkan tuntutan-tuntutan pekerja media;

 

Peserta

Workshop di Denpasar diikuti oleh 25 orang pekerja dari beberapa perusahaan media massa di Bali dan NTB.

 

Narasumber

Workshop akan difasilitasi oleh beberapa orang pegiat serikat pekerja media dari AJI, FSPM Independen dan LBH Bali.

 

RencanaKegiatan

Workshop akan berlangsung selama 2 hari yang terdiri dari enam sesi. Metode penyampaian yang akan digunakan adalah presentasi dan diskusi. Peserta juga akan mendapatkan kesempatan melakukan beberapa simulasi dalam kelompok untuk menerapkan materi yang diperoleh dari narasumber.

 

Kelas workshop dibatasi jumlahnya dengan tujuan untuk efektivitas penyampaian dan penyerapan materi, serta membuka lebih banyak ruang diskusi bagi peserta.

 

Kisi-Kisi Materi Kegiatan

 

  1. Bagaimana kondisi lingkungan kerja pekerja media?

- Membahas hak-hak normative pekerja, dan apa yang kerap dilanggar? Contoh dalam pengupahan, jamsos, cuti, THR, status hubungan kerja, dan lainnya.

            - Membahas regulasi dalam ketenagakerjaan.

  1. Apa itu serikat pekerja, dan apakah pekerja media perlu mendirikan serikat pekerja?

- Membahas regulasi terkait serikat pekerja.

- Seberapapentingpekerja media mendirikanserikatpekerja media?

- Keuntungan pekerja media berserikat, misalnya tidak hanya memastikan hak normatif, tapi juga lebih dari itu, missal melalui perjuangan dalam penyusunan perjanjian kerja bersama yang pro pekerja media, dan lainnya.

 

  1. Tantangan dan strategi taktik (stratak) membentuk serikat pekerja media?

- Apa saja kendala atau tantangan dalam membentuk serikat pekerja, baik internal maupun eksternal?

- Syarat mendirikan serikat pekerja.

- Tahapan dalam membentuk serikat pekerja media, disesuaikan dengan kondisi obyektif, atau kesiapan pekerja untuk membentuk serikat.

- Kemungkinan membentuk forum pekerja lintas media sebagai pioneer sekaligus taktik dalam pembentukan serikat pekerja media tingkat perusahaan.

 

4. Bagaimana pekerja media berjuang melalui serikat pekerja media?

- Bagaimana cara menghadapi perusahaan yang anti terhadap serikat pekerja?

- Strategi taktik serikat pekerja memperjuangkan anggotanya?

- Hubungan antar serikat pekerja media tingkat perusahaan, dan bagaimana membentuk federasi.

- Bagaimana hubungan kerjasama lintas serikat pekerja, untuk memenangkan tuntutan pekerja pada umumnya, dll.

 

 

AGENDA

Tanggal

Waktu

Aktivitas

WORKSHOP DENPASAR

18 Februari 2017

HariPertama

 

09.00 – 10.00

Pembukaan dan perkenalan

 

10.00 – 10.30

Coffee Break

 

10.30 – 12.30

Sesi 1: Bagaimana kondisi lingkungan kerja pekerja media?

 

12.30 – 13.30

Makan Siang

 

13.30 – 15.30

Sesi 2: Apa itu serikat pekerja, dan apakah pekerja media perlu mendirikan serikat pekerja?

 

15.00 – 15.30

Coffee Break

 

15.30 – 17.00

Sesi3: Tantangan dan strategi taktik (stratak) membentuk serikat pekerja media?

19Februari 2017

HariKedua

 

09.00 – 10.00

Sesi4: Bagaimana pekerja media berjuang melalui serikat pekerja media?

 

10.00 – 10.30

Coffee Break

 

10.30 – 12.00

Diskusi kelompok: Tantangan dan Peluang menginisiasi SPLM di Bali dan NTB

 

12.00 – 13.00

Makan siang

 

13.00 – 15.00

Diskusi kelompok: Struktur koordinasi dan rencana tindak lanjut pembentukan SPLM

 

15.00 – 15.30

Coffee Break

 

15.30 – 17.00

Kesimpulan dan penutup

 

 

Share