x

AJI Dorong Jurnalis Lebih Peduli Isu Kesehatan

AJIINDONESIA, Jakarta - Sekolah Jurnalisme Aliansi Jurnalis Independen bersama Danone menyelenggarakan Master class Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA). Masterclass dilaksanakan di Jakarta diikuti oleh 26 jurnalis dan alumni HNJA dari berbagai media di Jakarta, dengan tema Kesejahteraan Ibu dan Anak dalam Capaian SDG’s, Masihkan Tertinggal?.

Masterclass HNJA 2019 menghadirkan tiga pembicara Ardhiantie (Perencana Muda Direktorat
Kesehatan Gizi dan Masyarakat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), Zumrotin K Susilo (Duta SDGs, Yayasan Kesehatan Perempuan) dan Sarah Angelique (Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi Ibu dan Anak/ APPNIA).

Dalam sambutan pembukaan acara,Ketua AJI Abdul Manan menyampaikan Master class HNJA ini sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dan dorong para jurnalis dan media lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan. Isu ini sering dipandang tidak menarik atau tidak seksi di redaksi, padahal merupakan isu yang mendasar menyangkut kepentingan masyarakat.

“Sangat jarang ada headline isu kesehatan kecuali ada peristiwa besar, masih kalah seksi dengan isu lain. Masalah kesehatan ini penting,” ujarnya.

Manan juga menyampaikan harapannya dengan adanya acara semacam ini menjadi upaya alternatif untuk mengembangkan isu liputan tentang kesehatan, terutama menyangkut kesejahteraan ibu dan anak. Karena itu penting pula untuk mengemas liputan isu kesehatan itu menjadi lebih menarik.

Ardhiantie dalam uraian materinya menjelaskan tentang capaian pemerintah dalam SDGs 2018 yang dilaporkan dalam forum Voluntary National Reviews (VNR) pada Majelis Umum PBB pertengahan Juli lalu. Ia menguraikan beberapa sasaran seperti persoalan prevalensi anak stunting, anemia, kematian ibu dan anak beserta tantangan dan upaya untuk menyelesaikan tantangan tersebut.

“Sudah ada upaya untuk menyelesaikan tantangan, memang masih harus lebih bekerja keras
mencapai target,” ujarnya.

Sementara itu Sarah Angelique memaparkan peran dan keterlibatan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Produk bernutrisi Ibu dan Anak. Tak hanya melalui produk-produknya, tetapi juga kegiatan CSR dan upaya pendukung menerapkan kesejahteraan. Ia mencontohkan seperti penerapan kebijakan cuti melahirkan di Danone.

“Jika di perusahan lain hanya tiga bulan, di Danon sudah mulai diterapkan cuti enam bulan untuk ibu melahirkan. Ini upaya mendukung kesejahteraan ibu,” ujar Sarah.

Zumrotin, memaparkan upaya menangani berbagai persoalan seperti stunting, masih tingginya
angka kematian ibu dan anak tak terlepas dari siklus hidup. Masih ada mata rantai yang hilang dalam upaya menangani masalah yang ada. Salah satunya adalah upaya penanganan sejak usia remaja.Kebijakan, upaya komunikasi, informasi dan edukasi untuk usia remaja masih dirasakan kurang.

“Menyiapkan ibu dan keluarga yang sehat juga dimulai dari remaja, kondisi mereka juga ikut
menentukan keberhasilan pencapaian sasaran,” ujar Duta SDGs ini.

Share