x

Aji Kota Kupang Tetapkan Tiga Wartawan Pemenang Lomba Menulis

Aliansi Jurnalis Indopenden (AJI) Kota Kupang menetapkan tiga wartawan menjadi pemenang lomba menulis mengenai isu keadilan pangan di NTT. Pengumuman pemenang dilakukan pada Jumat (28/3) malam di On The Rock Hotel Kelapa Lima.

Tiga pemenang lomba menulis ini masing-masing Adi Rianghepat dari LKBN Antara Kupang, Leonard Ritan dari harian Flores Pos serta Anthony Johannis dari harian Victory News. Adi Rianghepat dipilih sebagai pemenang setelah tulisannya 'Perubahan Iklim dan Ancamab puso petani di NTT'.

Tulisan terbaik kedua dari Leonard Ritan berjudul 'Buah Lontar tak sekedar makanan ternak', sementara tulisan terbaik ketiga berjudul 'Jeritan petani di musim tanam'. Penilaian karya terbaik program peningkatan kapasitas jurnalis dalam mendukung kampanye keadilan pangan di Kupang dilakukan oleh tiga orang tim juri masing-masing Simon Petrus Nilli, SP (Ketua AJI Kota Kupang), Anna Djukana, SH (mentor) dan Marthen Bana, SPd (AJI Kota Kupang.

Proses penilaian dilaksanakan dalam dua tahap dan dihadiri tiga anggota tim juri. Tahap pertama pada Rabu (26/3) sebagai awal penilaian dan tahap kedua pada Jumat (28/3) untuk finalisasi hasil penjurian tim juri. Penilaian didasarkan pada akurasi, kesesuaian dengan tema, teknik penulisan, penggalian data dan kelengkapan data. Dalam perlombaan ini, ada 13 peserta dari 15 orang memasukkan karya tulisnya yang mengupas soal perubahan iklim, perebutan lahan serta pengolahan hasil pertanian.Kepada tiga pemenang, diberikan piagam penghargaan dan bonus dari AJI Indonesia yang diserahkan masing-masing oleh ketua AJI Kota Kupang, perwakilan Oxfam Kupang dan yang mewakili tim juri.

Ketua AJI Kota Kupang, Simon Petrus Nilli pada kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan dan apresiasi terhadap para peserta.
"Selamat kepada tiga peserta terbaik. Bagi yang belum berhasil, berusaha lagi untuk menempa diri dan terus menulis dalam mengembangkan talenta yang ada," ujar pemimpin Redaksi harian Timor Ekspress ini. Ia juga berharap agar ilmu yang diperoleh selama dua bulan pelatihan hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung keadilan pangan di NTT.

Maxi Marho, salah satu peserta yang diberikan kesempatan menyampaikan kesan dan pesannya mengaku bangga dengan pelatihan tersebut. Walaupun bukan sebagai anggota AJI, wartawan harian Pos Kupang ini mengaku mendapatkan pelajaran berarti dari AJI.

Ia berharap hendaknya AJI terus memperbanyak kegiatan serta mengakomodir wartawan yang lain untuk terlibat dalam kegiatan pelatihan.
"Ini merupakan pelajaran berharga yang saya peroleh terutama soal isu keadilan pangan," tandasnya.

Hal yang sama disampaikan Silver Sega, wartawan Radio Suara Kupang. Ia berharap AJI terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk membekali anggota dan non anggota AJI yang merupakan wartawan sehingga memiliki tambahan pengetahuan. Penilaian karya terbaik ini merupakan bagian dari pelatihan yang digelar AJI Indonesia-Oxfam sejak awal bulan Februari hingga Maret 2014.

Dalam kegiatan ini, ada 15 orang wartawan dari berbagai media di Kota Kupang mengikuti kegiatan short course sebanyak lima kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, peserta mendapat materi dari Ir. Zeth Malelak dan pertemuan kedua dari Tory Koeswardono dari LSM PIKUL serta materi ketiga soal penulisan dari AJI Kota Kupang.

Wartawan juga diberi waktu tiga pekan mengumpulkan data, informasi dan mewawancarai narasumber untuk isu keadilan pangan ini.

Share