Aji Lhokseumawe Gelar Workshop Isu Sensitif Di Media Online
LHOKSEUMAWE- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe, menggelar kegiatan workshop tentang peliputan di media online. Kegiatan yang bertemakan “ Meliput Isu Sensitif Untuk Media Online” tersebut digelar di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe Jum’at (7/2).
Ketua AJI Lhokseumawe Saiful Bahri, mengatakan, bahwa kegiatan yang digelar tersebut, untuk menambah pengetahuan bagi jurnalis, akademisi komunikasi dan blogger yang ada di Lhokseumawe dan sekitarnya, terhadap peliputan isu-isu sensitif di media online.
Karena sebagaimana diketahui, bahwa perkembangan media online seiring dengan kemajuan teknologi informatika dewasa ini semakin banyak melahirkan media online. Sehingga dengan pertumbuhan dimaksud, jurnalis dan pihak-pihak yang berkepentingan didunia media online, perlu menambah wawasan terhadap peliputan isu-isu sensitif.
Lebih lanjut Saiful Bahri menyebutkan, kegiatan yang dilakukan atas kerjasama AJI Indonesia dan Ford Foundation tersebut, diikuti oleh 25 orang peserta. Sebanyak 11 peserta dari kalangan jurnalis media online dan sebagian besar lainnya dari akademisi, mahasiswa komunikasi, LBH dan dan dari LSM. Sementara, pemateri berasal dari AJI Indonesia Asep Saifullah dan Imran MA dari Aji Lhokseumawe dan Maimun Saleh dari AJI Banda Aceh.
Sedangkan tujuan yang diharapkan dari kegiatan tersebut untuk mendapatkan input untuk pembuatan panduan peliputan bagi jurnalis yang bekerja di media online terkait isu-isu sensitif. Serta mendorong kalangan jurnalis tetap menjaga Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber, jelas Saiful.
Dengan demikian, praktik pemberitaan media online arus utama (mainstream) dapat turut berkontribusi dalam memberikan pencerahan bagi masyarakat, apalagi di era keterbukaan informasi ini publik sudah dapat menikmati kebebasan pers itu. Selain dapat melindungi kredibilitas media sendiri, dengan memiliki panduan, media dapat melindungi korban sekaligus tidak kehilangan fungsi mendorong penegakan hukum.
Dalam materi yang disampaikan oleh Asep Saifullah mengungkapkan, tentang sejarah perkembangan media online di Indonesia dan pengaruhnya terhadap publik. Perkembangan media online yang dipengaruhi oleh kemajuan jaringan internet telah menyita dan mengubah persepsi publik terhadap penilaian berita oleh pembaca.
Dimana, kecepatan berita media online menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi oleh pengelola media online. Sehingga dalam melahirkan sebuah berita tersebut, perlu memenuhi unsur-unsur sebuah berita agar tidak salah persepsi pembaca.
Selain daripada itu, Maimun Saleh, dalam materinya mengungkapkan terhadap sisi konflik yang dapat timbul akibat sebuah pemberitaan. Apalagi berita yang mengandung kontroversi dan juga bersifat SARA. Sehingga ada hal-hal yang harus dihindari oleh wartawan dalam membuat sebuah berita agar tidak menimbulkan konflik dengan memahami titik rawan yang jika dipicu dapat menimbulkan konflik. (*)
- 9 kali dilihat





