AJI Mataram Fasilitasi Mantan Caleg Perempuan Belajar Menulis
"Mereka ini para Caleg perempuan yang tidak berhasil masuk parlemen. Kami ingatkan, agar jangan jadikan kursi dewan itu sebagai tujuan akhir, tapi hanya jadi media menimba pengalaman. Setelah ini (tidak lolos), harus tetap berkarya," kata Ketua Badan Eksekutif Komisi SP Mataram, Baiq Zulhiatina, menyebut latarbelakang pelatihan menulis yang berlangsung di Lesehan "Berugak Datu" Mataram, Rabu (15/10).
Ada harapan besar tentang peningkatan kapasitas perempuan Mataram, sehingga mampu bersaing dari segi kemampuan menulis dan peka terhadap persoalan sosial. Karena menurut Baiq, mereka nantinya diharapkan bisa menyuarakan masalah - masalah perempuan. "Ini dalam rangka mendorong partisipasi perempuan Tahun 2014. sebab berdasarkan assesment kami, kedepan perempuan ternyata banyak tantangannya. ada dua masalah kami temukan. Pertama, ketika mereka bertarung sebagai caleg, kedua ditingkat grass rood atau perempuan itu sendiri. Jadi intinya, ketika mereka nanti menjadi caleg, lebih siap bertarung, mengenali tugas dan tanggungjawabnya," beber Baiq.
Sementara Anggota Dewan etik AJI Mataram Fitri Rachmawati mengatakan, pelatihan menulis tujuan untuk mengajak perempaun yang ada di Lombok dan NTB umumnya, membuat komunitas menulis demi sebuah perubahan. "Di dalamnya di latih menulis dan dilatih memposting tulisan mereka di blog atau website. Bahkan membuat tulisan di web komunitas seperti kompasiana," terang Pikong, sapaan salah satu pendiri AJI Mataram ini.
Ditekakan dalam pelatihan itu, para perempuan diharapkan mandiri untuk membuat berita untuk konten jurnalisme warga, tentang persolan yang didekat mereka. Karena saat ini di media mainstream sudah menyediakan konten khusus untuk jurnalisme warga.
Alasan mengapa sasarannya perempuan, karena lebih banyak bersentuhan dengan kepentingan publik, sampai urusan lingkungan tempat tinggal dan lingkungan keluarga. (aji mataram)
- 7 kali dilihat





