AJI Uji Kompetensi Jurnalis di Makassar
Setelah menggelar Training of Examiner atau Pelatihan Penguji,
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) di
Makassar mulai Sabtu 16 Maret sampai Minggu 17 Maret 2013. Para peserta ToE
sehari sebelumnya magang menjadi penguji dalam UKJ yang kesembilan digelar AJI
ini.
Peserta UKJ AJI kali ini berjumlah 21 orang. Mereka merupakan jurnalis Manado, Makassar, Pare-pare, Kendari, Polewali Mandar, dan Palu. Tiga peserta untuk level utama, tujuh untuk madya dan sisanya untuk level muda. Mereka bekerja untuk sejumlah media cetak, online dan televisi.
Para penguji UKJ ini adalah Satrio Arismunandar, Budisantoso Budiman, Willy Pramudya, dan Upi Asmaradhana. Serta terdapat satu penguji tandem yang nanti di akhir acara UKJ akan disahkan sebagai penguji AJI yakni Asep Saefullah. Sementara peserta magang penguji yang berjumlah 20 orang baru bias disahkan menjadi penguji jika menjadi penguji tandem pada UKJ berikutnya yang akan diadakan AJI.
“UKJ berikutnya nanti di Banda Aceh, Padang dan Palu,” kata Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi, di sela-sela pelaksanaan UKJ di Hotel Aerotel Smile, Makassar, Minggu 17 Maret 2013.
Eko Maryadi yang biasa dipanggil Item menyatakan, UKJ ini merupakan pelayanan organisasi kepada anggota. UKJ merupakan upaya AJI mengetahui tingkat kompetensi, etika dan profesionalitas anggota. Namun UKJ merupakan "hak yang dianjurkan" bagi anggota AJI, sekaligus pembuktian kompetensi dan kualitas jurnalis AJI kepada publik.
Rangkaian acara ini terlaksana berkat kerjasama AJI dengan AusAID dan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Dalam pesan tertulisnya untuk acara ini, Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyatakan peningkatan kapasitas jurnalis merupakan bagian penting dari demokrasi Indonesia. “Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, media yang kuat dan dinamis berperan penting dalam diseminasi informasi ke masyarakat,” kata Duta Besar.
- 12 kali dilihat





