“Beyond Banking”Jadi Fokus Banking Journalist Academy Tahun ke-7
AJIINDONESIA, JAKARTA – Dalam era digitalisasi selama kurun waktu lima tahun terakhir perubahan cepat terjadi dalam berbagai sektor industri, termasuk perbankan. Dengan 132 juta pengguna internet berdasarkan survey WeAreSocial di tahun 2018, Indonesia merupakan pasar potensial dan kritis terhadap perkembangan fungsi digital.
Tidak hanya menjadi tempat penyimpanan uang dan penyaluran kredit, bank sekarang dituntut untuk memberikan solusi keuangan publik yang dapat mengikuti perkembangan zaman.
Mengacu pada peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia (RI) Nomor 13,/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, yang menimbang bahwa inovasi keuangan digital tidak dapat diabaikan dan perlu dikelola agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, membuat 66% pelaku perbankan di Indonesia telah menerapkan digital strategi sebagai salah satu strategi korporasi mereka dan sebanyak 90% dari mereka yang membuat consumer banking sebagai fokus dari produk digital mereka.
Melihat perkembangan tersebut, Bank juga dituntut untuk lebih terbuka membangun kolaborasi dengan nasabah, pelaku Teknologi Finansial (FinTech) bahkan dengan kompetitor serta regulator agar dapat mencari solusi finansial untuk menjawab kebutuhan nasabah saat ini. Tentunya kolaborasi ini akan berdampak pada pola relasi dan kerja perbankan di semua area. Tantangan berkolaborasi ini yang nantinya membuahkan sebuah inovasi berkelanjutan.
Konsentrasi inovasi “Beyond Banking” tersebut yang menjadi tema besar dalam Banking Journalist Academy (BJA) 2019 yang memasuki tahun ke-7, sebuah kerjasama PermataBank dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan dukungan Kedutaan Besar Australia. BJA merupakan upaya mendorong para jurnalis muda untuk lebih memahami literasi keuangan yang akan disampaikan kepada publik, selain itu juga dapat menghasilkan karya jurnalistik yang bermutu berdasarkan kondisi lokal di ranah perbankan.
Dalam program BJA di tahun 2019 ini, terpilih 20 peserta melalui seleksi yang kompeten yaitu
|
|
1. Ferrika Lukman Sari (Kontan) 2. Dina Mirayati Hutahuruk (Harian Kontan) 3. Muslim Trisyuliono (Suara.com) 4. Anggar Septiadi (Harian Kontan) 5. Emanuel Berkah Caesario (Bisnis Indonesia) 6. Maizal Walfajri (Kontan) 7. M. Nazarudin Latief (Anadolu Agency) 8. Togar Harahap (Fajar Indonesia Network) 9. Finanda Rachmaulida (CNN Indonesia TV) 10. Marini Sayuti (Katadata.co.id) | 11. Marina Azhari (Independen.id) 12. Maria Elena (Bisnis Indonesia) 13. M. Richard (Bisnis Indonesia) 14. Galih Gumelar (CNNIndonesia.com) 15. Adrian Wail Akhlas (Jakarta Post) 16. Ali Akhmad Noor Hidayat (Tempo) 17. Muhammad Yunus (Tabloid Nova) 18.Jenny Rahayu A Situmorang (Nova.id) 19. Prima Sabrina (Femina) 20. Rahayu Drianingtias (Radio Dakta 107 FM) |
Dhien Tjahajani, Direktur Hukum dan Kepatuhan PermataBank mengatakan, “Seperti tahun-tahun sebelumnya, disamping beberapa modul dasar perbankan, beberapa modul juga akan mengulas seputar tema yang diangkat tahun ini yaitu “Beyond Banking”, dengan menghadirkan mentor dari OJK sebagai regulator, jajaran direksi dan senior management PermataBank, senior editor dari media terkemuka, pelaku fintek dan tentunya mentor handal dari Sekolah Jurnalisme AJI.”.
“Kami cukup bangga karena sepengetahuan kami, banyak Pimpinan atau Redaktur media yang mengirimkan jurnalis-jurnalis muda terbaiknya sebagai sarana untuk mengakselerasi pengetahuan ekonomi, perbankan dan jurnalistiknya sekaligus menyiapkan calon-calon pemimpin di masa depan. Menurut catatan kami, banyak alumni BJA yang saat ini menduduki posisi Redaktur maupun Senior Redaktur. Kami berharap, hal ini salah satunya adalah berkat ilmu yang diperoleh selama mengikuti program BJA,” lanjut Dhien.
Menanggapi penyelenggaraan BJA tahun ini, Revolusi Riza, Sekjen AJI Indonesia menjelaskan, “Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin kritisnya masyarakat terhadap isu ekonomi, merupakan tantangan bagi kami selaku asosiasi yang menaungi jurnalis di Indonesia untuk memberikan literasi keuangan yang berkualitas.”
Revolusi Riza menambahkan Banking Jurnalis Academy yang telah mauk tahu ke tujuh ini merupakan solusi yang strategis untuk memperkuat ilmu jurnalisme bagi para jurnalis muda Indonesia terutama dalam meliput dan menulis isu ekonomi. “Apalagi didukung oleh mentor-mentor yang merupakan pakar-pakar di bidang perbankan,” ujarnya.
Materi Terpadu dengan Mentor Terpercaya
Sebanyak 20 jurnalis yang telah berkomitmen akan mengikut 14 sesi kelas offline dan 2 sesi kelas online di hari Selasa dan Jumat, mulai 20 Agustus hingga 11 Oktober 2019. Materi pendidikan dioalh lebih dalam dan disampaikan oleh pakar dibidangnya, baik secara pengetahuan ekonomi & perbankan maupun pengolahan data-data statistik menjadi karya jurnalistik yang kredibel.
Ekonom Global Market PermataBank, Joshua Pardede juga akan mengisi salah satu materi Ekonomi Makro, disamping para direksi dan manajemen PermataBank yang akan membawakan materi seperti: Wholesale Banking Business, Digital Banking, Banking Finance, Retail Banking Business, dan Sharia Banking. Para mitra juga akan memberikan kuliahnya dalam kelas Beyond Banking (OJK), Global Economic Trends (Australian Embassy), dan Kolaborasi Fintek & Perbankan (Amartha).
Bertindak sebagai Kepala Sekolah program BJA yaitu Hasudungan Sirait serta didukung oleh Feby Siahaan, Edy Can sebagai co-mentor, serta Christine Novita Nababan peserta BJA Angkatan I yang saat ini menjadi co-mentor.
Di akhir kelas, para peserta akan menyelesaikan tugas akhir berupa liputan ekonomi perbankan yang mendalam selama kurang lebih 1 bulan dengan didampingi para mentor, dimana hasilnya akan diwujudkan dalam bentuk buku dan audio visual yang akan diluncurkan pada Malam Apresiasi (Graduation Night) bersamaan dengan pengumuman peserta terbaik BJA 2019.
Nara Hubung:
Richele Maramis Head Corporate Affairs PermataBank P: +62 21 523 7788 | Revolusi Riza Sekjen AJI Indonesia c: 0813-3089-0467 e: revolusiriza@ajiindonesia.or.id
|
PROFIL PT BANK PERMATA Tbk.
PermataBank telah berkembang menjadi sebuah bank swasta utama yang menawarkan produk dan jasa inovatif yang dapat memberikan layanan keuangan menyeluruh secara sederhana, cepat, dan dapat diandalkan. Sebagai pelopor dalam teknologi mobile banking dan mobile cash di pasar Indonesia, pada tahun 2018, Bank meluncurkan aplikasi PermataMobile X dengan 200 fitur andalan terkini.
Melayani lebih dari 2 juta nasabah di 62 kota di Indonesia, per Jun 2019 PermataBank memiliki 317 kantor cabang, 16 cabang bergerak (Mobile Branch), 989 ATM dengan akses di lebih dari 100.000 ATM (VisaPlus, Visa Electron, MasterCard, Alto, ATM Bersama dan ATM Prima) dan jutaan ATM di seluruh dunia yang terhubung dengan jaringan Visa, Mastercard, Cirrus. Di kuartal pertama 2019 ini, fitur layanan PermataBank memperoleh 5 penghargaan Satisfaction Loyalty & Engagement (SLE) Award 2019 berdasarkan survei Infobank dan Marketing Research Indonesia (MRI), salah satunya adalah peringkat #1 untuk kategori OVERALL-ENGAGEMENT INDEX 2019 (bank umum konvensional / bank buku 3). Di kuartal kedua, kartu kredit, kartu debit dan Unit Usaha Syariah PermataBank meraih peringkat I & II untuk Digital Brand Awards 2019 oleh Majalah InfoBank. Dalam hal layanan, PermataTel kembali meraih penghargaan Contact Center Service Excellence Award 2019 untuk 10 kategori, dari Majalah Service Excellence. PermataBank juga meraih berbagai peringkat service excellence di kategori Bank Umum dan Bank Unit Usaha Syariah, dalam Banking Service Excellence Award oleh majalah InfoBank bekerjasama dengan Market Research Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut terkait PermataBank kunjungi website kami di http://www.permatabank.com
PROFIL SEKOLAH JURNALISME AJI
Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) didirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia pada 29 Agustus 2013. Misi dari didirikannya SJAJI ini adalah:
- Mendorong tumbuhnya iklim profesionalisme jurnalis dan media di Indonesia
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jurnalis melalui pendidikandan pelatihan.
- Mengundang keterlibatan berbagai pihak terlibat dalam upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme jurnalis dan media.
Sejak berdiri lima tahun lalu, Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) berkomitmen menyelenggarakan pendidikan jurnalistik berkelanjutan. SJAJI telah bekerja sama dengan berbagai lembaga dan perusahaan mengadakan program pendidikan dan pelatihan untuk jurnalis di Indonesia. Bentuk kerjasamanya beraneka macam, mulai dari seminar, pertemuan, workshop dan fellowship untuk jurnalis.
- 30 kali dilihat





