BJA: Perkokoh kesiapan Jurnalis Indonesia Hadapi MEA 2015
JAKARTA – “Semakin pintar wartawannya, semakin pintar pula masyarakatnya”, ujar Rivki Maulana – Jurnalis Bisnis Indonesia yang juga alumni BJA Angkatan II tahun 2014. Ungkapan Rivki ini menjadi tepat konteks ketika masyarakat dan jurnalis di Indonesia tengah menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan mulai tanggal 31 Desember 2015.
Meski di beberapa sektor penerapannya diberlakukan secara bertahap, namun cepat atau lambat pergerakan jurnalis antar negara-negara ASEAN tidak akan lagi terkendala oleh sekat-sekat negara. Oleh karena itu, peningkatan kualitas jurnalis melalui pendidikan yang berkesinambungan menjadi hal yang strategis agar para jurnalis Indonesia dapat berkompetisi dengan kolega-koleganya di Asean.
Dalam kerangka itu, kehadiran Banking Journalist Academy (BJA) untuk kali yang ketiga yang di inisiasi oleh PermataBank dan Aliansi J
Muliman D. Hadad – Ketua Komisioner OJK, Roy Arfandi – Direktur Utama PermataBank, Gavin Forte - Financial Lead Advisor Program AIGP (Australia Indonesia Partnership for Economic Governance) Australian Embassy, Tony Prasetiantono – Komisaris Independen yang juga dosen FEB UGM, Achmad K. Permana – Direktur Syariah, Bianto Surodjo – Direktur Retail Banking,Anita Siswadi – Direktur Wholesale Banking, Metta Dharmasaputra – Founder & Direktur Eksekutif Katadata dan para senior manajemen PermataBank lainnya tercatat sebagai Pengajar dan terjun langsung untuk memberikan pengkayaan kepada para Jurnalis.
Melalui tahapan program yang sangat ketat dengan dipimpin oleh Hasudungan Sirait sebagai Kepala Sekolah dan didukung oleh Feby Siahaan - keduanya merupakan mantan jurnalis senior di media terkemuka di Indonesia - akhirnya 15 jurnalis (dari 16) dinyatakan lulus di tanggal 10 Desember 2015 setelah melalui pendidikan selama 2.5 bulan yaitu:
1. Agustiyanti, Investor Daily 2. Annisa Sulistyo Rini, Bisnis Indonesia 3. Ari Nugroho, InfoBank 4. Binti Solikhah, Republika 5. Boy Bakamaro Giting, SCTV 6. Dea Chadiza Syafina, KONTAN 7. Cindy Silviana Sukma, Thomson Reuters 8. Khoirul Amin, The Jakarta Post
| 9. Pebriansyah Ariefana, suara.com 10. Pieter Chandra, Kompas TV 11. Ratna Wahyuningsih, Bloomberg BWI 12. Sari Dewi Rahmawati, Radio Elshinta 13. Sylke Febrina L., Indonesia Finance Today 14. Tri Artining Putri, Tempo 15. Yanita Petriella, Bisnis Indonesia
|
Dari ke 16 peserta, terpilih 3 lulusan terbaik yaitu:
1. Agustiyanti – Investor Daily dengan karya “Membangun Ekosistem Pendanaan Bagi Start up - ketika Bank Diminta Mendanai Ide”.
2. Binti Sholikah – Republika dengan karya “Strategi Menggaet Nasabah Laku Pandai - Kiat Jitu Membumikan Perbankan, Lebih Mudah dan Efisien lewat Agen Branchless Banking dan Pindah Dari Bawah Bantal Ke Bank”.
3. Khoirul Amin – The Jakarta Post dengan karya “Reality Check: The Served and The Underserved - Toward Greater Financial Inclusion & Bank That Rides The Wave”
Dengan Special Mention yaitu Ratna Wahyuningsih – Bloomberg Businessweek Indonesiaberupa karya “Kisah Klasik Seretnya Kredit Pertanian - Potret Petani Tanpa Bank, 1001 Problem Petani Lokal dan Terobosan Perlindungan Gagal Panen”.
Hadir dalam Malam Apresiasi untuk merayakan kelulusan peserta program BJA angkatan III di tahun 2015 ini Julian Fong – Wakil Direktur Utama PermataBank, Arfi Bambani - Sekjen AJI Indonesia, Steven Barraclough
Leila Djafaar - EVP, Head Corporate Affairs PermataBank menjelaskan, “Kami sangat senang dapat bermitra dengan AJI Indonesia dan kini juga bersama The Australian Embassy dalam mengembangkan program BJA. Sebagai organisasi jurnalis terkemuka, AJI dikenal akan reputasi independensinya sehingga AJI sangat selektif dalam memilih mitra kerjanya. Di sisi lain Australian Embassy sangat mendukung inisiatif pengembangan pendidikan di Indonesia melalui kemitraan yang strategis.
“Komunitas pers ASEAN akan berperan strategis dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Oleh karena itu dibutuhkan jurnalis yang handal dan memiliki pengetahuan yang mendalam akan isu-isu ekonomi dan perbankan di kawasan. Kehadiran BJA yang sudah kami selenggarakan untuk yang ketiga kalinya ini kami harapkan dapat ikut membantu peningkatan kualitas jurnalis di Indonesia sehingga makin memperkokoh kesiapan mereka dalam menghadapi MEA di akhir tahun ini”, jelas Leila.
Sementara itu Arfi Bambani - Sekjen AJI Indonesia menjelaskan, "Seiring tumbuhnya industri media, lahir jurnalis generasi baru yang pada umumnya belum memiliki pengalaman meliput atau menulis laporan jurnalistik secara mendalam. AJI sebagai organisasi profesi senantiasa mendorong jurnalis bekerja secara profesional, kompeten dan beretika melalui berbagai program pelatihan, seminar, diskusi publik, dan beasiswa untuk meningkatkan pemahaman pada isu-isu tertentu."
“Program BJA, lanjutnya, adalah salah satu upaya AJI untuk meningkatkan kapasitas jurnalis, khususnya bagi jurnalis yang sehari-harinya meliput isu perbankan dan ekonomi makro. Melaluishort course yang berlangsung selama dua bulan, jurnalis mendalami isu perbankan, termasuk bagaimana meliput dan menuliskannya di media. Dengan adanya kerjasama dan dukungan dari Kedutaan Australia, semakin memperluas kesempatan peserta untuk memahami kondisi ekonomi dan ilmu jurnalistik dari sudut pandang internasional”.
Steven Barraclough – Minister Counselor Bidang Ekonomi Kedubes Australia – Jakarta mengatakan, “BJA dan Banking Journalism Workshop (BJW) yang telah diadakan sebelumnya untuk jurnalis regional merupakan program pendidikan yang unik yang diadakan oleh institusi perbankan seperti PermataBank. Objektif dan visi program ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Australia bagi Indonesia terutama di bidang peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Oleh karena itu kami gembira dapat berpartisipasi di dalam penyelenggaraan program BJW dan BJA di tahun 2015 ini, yang kami harap dapat menjadi kerjasama berkelanjutan”.
Selain menyelenggarakan program BJA yang banyak diikuti oleh para Jurnalis di seputar Jakarta, dikembangkan juga program Banking Journalism Workshop pada tanggal 22-23 Mei 2015 yang menjaring 19 jurnalis dari 16 kota di Indonesia. Hal ini sebagai wujud dari komitmen untuk menjangkau jurnalis-jurnalis yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya.
- 33 kali dilihat






