FSPMI dan AJI Gelar Workshop Pengorganisasian di Bandung
Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Bandung menggelar workshop bertema "Pengorganisasian dan Kepemimpinan Serikat Pekerja", di Hotel Citarum, Bandung, 21-22 November 2015. Acara ini diikuti oleh 20 wakil serikat pekerja dari Jakarta, Bandung, Solo, dan Semarang.
Ketua Umum FSPM Independen Abdul Manan mengatakan, workshop ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat konsolidasi di kalangan aktifis serikat pekerja media. Selain itu, workshop ini diharapkan menjadi sarana belajar bersama terkait soal pengorganisasian. "Pengorganisasian merupakan salah satu tantangan penting yang dihadapi serikat pekerja media saat ini," kata Manan.
Berdasarkan data yang dimiliki FSPM Independen dan AJI Indonesia, saat ini setidaknya terdapat 24 serikat pekerja media yang masih beraktifitas. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan dengan data jumlah serikat pekerja media pada tahun 2014 yang jumlahnya sekitar 40. Jumlah serikat pekerja media yang ada saat ini sangatlah jomplang dengan jumlah perusahaan media yang ditaksir lebih dari 2.000 seluruh Indonesia.
Menurut Abdul Manan, timpangnya jumlah serikat pekerja media dibandingkan dengan perusahaan media ini merupakan sebuah ironi. Sebab, selama ini jurnalis dan media kerap cukup vokal dalam menyuarakan aspirasi buruh. Hanya saja, sikap itu tak diimbangi dengan sikap yang sama dalam menyikapi nasib buruh di sektor media sendiri. Kecilnya jumlah serikat pekerja media itu juga mencerminkan minimnya pekerja media yang menggunakan haknya untuk berserikat, meski itu jelas dilindungi undang-undang.
Dalam workshop ini, FSPMI dan AJI Indonesia memaparkan hasil riset 'Pemetaan Serikat Pekerja Media 2015' serta 'Pemetaan Kondisi Kontributor'. Pemaparan hasil riset serikat pekerja media disampaikan oleh Abdul Manan, hasil riset soal Kondisi Kontributor itu disampaikan oleh Ketua Bidang Ketenagakerjaan AJI Indonesia, Yudhie Tirzano.
Pembicara lainnya adalah Deni Yudiawan, Ketua Dewan Karyawan Pikiran Rakyat, dan Hermawan, Sekjen Konfederasi Serikat Nasional. Keduanya sama-sama berbagi pengalaman soal pengorganisasian di serikat pekerja di organisasinya. Bedanya, Deni bebragi pengalaman pengorganisasian di serikat pekerja sektor media, sedangkan Hermawan berdasarkan pengalaman di sektor manufaktur.
- 20 kali dilihat


