x

Terang di Antara Bias: Imunisasi dan Jurnalisme Penjernih Fakta Cerita jalan berliku imunisasi di Pontianak, Medan, Pekanbaru, dan Manado

Di tengah derasnya arus informasi digital, hoaks dan misinformasi tentang imunisasi kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya terkait isu kesehatan seperti imunisasi. Data statistik telekomunikasi indonesia tahun 2023 menunjukkan, lebih dari 76% masyarakat Indonesia menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama. Di sisi lain, tidak semua informasi yang beredar memiliki landasan fakta yang benar. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi terganggu, bahkan memunculkan stigma negatif yang mengancam keberhasilan program kesehatan.

Dalam konteks ini, jurnalis memegang peran kunci. Mereka bukan sekadar penyampai berita, tetapi pembentuk opini publik yang mampu memengaruhi sikap dan perilaku masyarakat. Jurnalis yang dibekali data akurat, narasi yang kuat, dan pemahaman yang mendalam tentang isu imunisasi akan lebih siap melawan gelombang informasi yang tidak benar, membangun kembali kepercayaan, dan menggerakkan partisipasi masyarakat.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bersama Global Health Strategies melihat peluang strategis untuk membangun narasi positif tentang imunisasi melalui karya jurnalistik mendalam yang berkualitas. Melalui pelatihan dan beasiswa, inisiatif ini menargetkan peningkatan kapasitas jurnalis lokal di Medan, Pekanbaru, Manado, dan Pontianak yang masih menghadapi tantangan cakupan imunisasi dan tingginya paparan hoaks.

Tantangan di lapangan memang tidak sederhana. Mulai dari akses wilayah yang sulit dijangkau, keterbatasan informasi yang diterima masyarakat hingga beredarnya hoaks terkait imunisasi di media sosial. Namun, hambatan ini justru menguatkan urgensi menghadirkan liputan yang mendalam, menyentuh, dan berpihak pada hak masyarakat atas kesehatan anak.

Publikasi yang dihasilkan dari program ini diharapkan menjadi media advokasi sekaligus ruang pertemuan antara pewarta dan publik. Karya ini bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi membangun kesadaran kolektif untuk menolak hoaks dan stigma negatif. Lebih dari itu, karya ini juga dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi promosi kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Penulis: Anggun Rosita Alifah, Anugrah Andriansyah, Cantya Zamzabella, Dinar Fazira Fitri, Farida Noris Ritonga, Febby Marischa Manoppo, Firmauli Sihaloho, Gracey Tineke Carolin Wakary, Husna Fadilla Tarigan, Indra Suhendra Umbola, Isa Anshar Jusuf, Melba Ferry Fadly, Muhammad Rokib, Rendra Oxtora, Rinai Bening Kasih, Siti Sulbiyah Kurniasih

Mentor: Artika Rachmi Farmita, Bayu Wardana, Dian Yuliastuti, Gloria Fransisca Katharina

Penelaah (Global Health Strategies): Ganendra Awang Kristandya, Irfan Rahdian, Finanda Pratiwi, Denztrial Celvin Kehi

Editor Buku: Sunudyantoro

Penyusun Naskah: Efrial Ruliandi Silalahi, Arie Budi Kusuma Ningrum

Desain Cover dan Tata Letak: Krisna Sahwono

Cetakan Pertama: Agustus 2025 Ukuran Buku: 14,8 x 21 cm (ukuran A5)

Share