x

DAAI TV, CNN Indonesia, Berita Satu TV, KBR, Suara Surabaya Raih Penghargaan AJI

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan Yayasan Tifa memberikan enam penghargaan untuk liputan berita lokal TV dan Radio kepada DAAI TV, CNN Indonesia dan Berita Satu TV untuk kategori televisi. Untuk kategori radio, Kantor Berita Radio (KBR) meraih dua penghargaan sekaligus dan penghargaan lainnya diraih oleh Suara Surabaya.

 

“Saya berharap penghargaan semacam ini dapat memicu jurnalis local untuk membuat karya terbaiknya yang mewakili daerah, “kata Ketua Umum AJI Suwarjono dalam sambutannya pada acara Diskusi Tantangan dan Peluang Konten Lokal di TV/Radio Rabu di Universitas Atma Jaya Jakarta.

 

Suwarjono menyatakan keprihatinannya bahwa konten televise dan radio saat ini lebih didominasi Jakarta. Menurut dia, meskipun Jaringan televise dan radio sudah merata di hamper seluruh wilayah Indonesia, beberapa daerah masih mengalami blank spot.

 

“Kemerataan jaringan penyiaran ini tidak diikuti dengan meratanyai siaran,” kata dia.

 

Menurut Manager Gathering CNN Indonesia Revolusi Riza, alas an konten televise tersentralisasi di Jakarta karena perputaran roda ekonomi berada di ibukota dimana sumber pendapatan media berupa iklan berada di sana. Dengan demikian, kata dia, pemasang iklan akan lebih tertarik untuk mempromosikan produknya di televisi dimana pangsa pasarnya adalah penonton di Jakarta. 

 

“Kurang lebih 80 persen dari perputaran uang di Indonesia ada di Jakarta. Dari segi kedekatan isu(proximity), media menjadi lebih menarikbagi media untuk mengangkat isu Jakarta,” kata Revo dalam acara diskusi tersebut.

 

Senada dengan Revo, staf pengajar komunikasi dari Universitas Atma Jaya E.A. Embu Hendriquez mengatakan konten local hanya menjadi pelengkap dalam program media televisi dimana konten tentang  Jakarta sangat mendominasi.

 

“Saya melihatnya yang dilakukan media televise saat ini hanya berorientasi bisnis,” kata dia. 

 

Sementara praktisi media dari Kantor Berita Radio Citra Dyah Prastuti lebih memandang persoalan persoalan setralisasi konten ini pada kompetensi jurnalis daerah yang memang belum memadai. “Pengembangan konten local ini sangat terkait dengan kapasitas jurnalis daerah.”

 

Namun bagi Ponco Wijaya, praktisi media dari NET TV, perusahaannya tidak memiliki hambatan untuk mengembangkan konten local baik secara sumber daya manusia maupun dari sumber pendanaan. 

 

Sementara Komisioner KPI Dewi Setyarini mengakui beberapa televise sudah mengisi konten lokalnya seperti yang diamanatkan UU Penyiaran no 32 tahun 2002, dimana setiap stasiun televise bila ingin melakukan siaran ke banyak daerah dengan melakukan system siaran berjaringan (SSJ) dan minimal menayangkan konten local sebanyak persen.

 

AJI mencatat pada 2016, menjelang perpanjangan izin 10 televisi swasta beramai-ramai menayangkan konten local untuk memenuhi ketentuan 10 persen. Sayang sekali batasan konten local ini masih longgar. Seringkali tayangan yang ada memang bercerita tentang lokalitas, tetapi produksinya dilakukan oleh kru dari Jakarta. Lalu konten-konten local ini ditayangkan di dini hari, di saat-saat bukan prime time ataut idak banyak penonton. (end)

 

 

 

 

Share