Koran Lokal Optimistis Hadapi Gempuran Media Online
SOLO — Ribuan media online muncul sejak perkembangan teknologi semakin maju dan internet semakin murah. Atas perkembangan media online ini pula dijadikan kambing hitam tumbangnya beberapa media cetak seperti koran dan majalah dalam beberapa tahun terakhir. Lantas, bagaimana dengan nasib media cetak yang berbasis di daerah. Apakah terdampak dengan berkembangnya media online atau justru media online bisa menjadi pelengkap yang membuat media cetak di daerah semakin kuat?
Pemred Harian Umum Solopos, Suwarmin, dalam acara workshop dengan tema Memulai dan Mengembangkan Bisnis Media Lokal di Gedung Graha Soloraya, Jumat (24/11/2017), mengatakan saat
ini masih banyak orang yang percaya terhadap koran. Hal itu bisa dilihat dari keberadaan iklan dan masih diperhitungkan para politisi dan juga dibenci politisi.
Menurut dia, keberadaan koran lokal masih terus bertahan meskipun media online menjamur. Ini disebabkan karena adanya kedekatakan dengan narasumber, pewarta, dan pembaca di daerah. Koran
juga lebih dipercaya daripada media online.
“Perusahaan media harus membangun trust dulu. Solopos merupakan perusahaan koran yang mendapatkan SIUP terakhir dari pemerintahan Soeharto,” ujar dia. Berbicara mengenai TV lokal, kata Suwarmin, hal itu juga susah karena harus bersaing dengan TV nasional yang mempunyai jaringan di Solo. Sekarang ada wacana TV digital, itu belum ada kelanjutannya sudah dihantam dengan teknologi lain seperti TV internet. “TV lokal itu biayanya mahal. Biaya listriknya saja bisa mencapai Rp200 juta, tetapi iklannya tidak ada,”kata dia.
Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin komplek, pengelola media harus terus berinovasi dan melatih sumber daya manusia yang dimiliki. Sehingga wartawan yang dimiliki memiliki berbagai skill.
- 85 kali dilihat




